SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menerima dokumen Policy Brief Strategis terkait percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui pendekatan dukungan psikososial berbasis komunitas.
Dokumen tersebut diserahkan oleh Yayasan Project HOPE (YPH) bersama Dinas Kesehatan Sumedang, dan diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang di Gedung Negara, Rabu (20/8/2025).
Program Manager Expanding Saving Lives at Birth (ESLAB), dr. Tutut Purwanti, menjelaskan bahwa salah satu rekomendasi utama dalam policy brief adalah pembentukan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) bagi ibu hamil. Model ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesehatan mental, kesiapan persalinan, serta kualitas pengasuhan pasca persalinan.
“Kelompok Dukungan Sebaya bukan hanya forum berbagi cerita, tetapi ruang aman yang memperkuat resiliensi mental ibu hamil. Dukungan emosional dan sosial yang terbangun di dalamnya terbukti berkontribusi langsung pada penurunan risiko komplikasi kehamilan,” ujar Tutut.
Merujuk data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, AKI di Kabupaten Sumedang saat ini berada di angka 114 per 100.000 kelahiran hidup. Meski lebih rendah dari rata-rata provinsi, angka tersebut masih jauh dari target RPJMD 2029, yakni 77 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab utama kematian ibu di antaranya hipertensi dalam kehamilan, perdarahan pascapersalinan, serta komplikasi lainnya.
Policy brief ini juga mendorong integrasi KDS ke dalam kelas ibu hamil di Posyandu dan Puskesmas, pelatihan fasilitator lokal seperti bidan dan kader, penguatan sistem rujukan berbasis komunitas, serta skema pendanaan berkelanjutan melalui APBD, JKN, BOK, maupun BLUD.
“Kami berharap dukungan penuh dari Bupati dapat mempercepat adopsi kebijakan ini dan menjadikan Sumedang sebagai model nasional dalam pendekatan kesehatan ibu berbasis komunitas,” tambah Tutut.
Upaya ini sejalan dengan arah kebijakan Bupati Sumedang 2025–2029 dalam visi Sumedang Mandala: Maju, Mandiri, Adil, dan Berkelanjutan, khususnya pada indikator strategis penurunan AKI dan AKB, peningkatan mutu layanan dasar kesehatan, serta perluasan cakupan layanan antenatal care (ANC), persalinan, dan rujukan.
Sebagai informasi, Yayasan Project HOPE telah berkiprah di Indonesia sejak 1960 dalam program kesehatan ibu-anak, penanggulangan penyakit menular, hingga kesiapsiagaan bencana. Mulai Juli 2025, YPH juga meluncurkan program baru HER Way (Healthy, informEd, and Resilient for every girl and woman) atau SEKAR (Sehat, Kaya Pengetahuan, dan Resilien), yang didukung Kimberly-Clark Corporation. Program ini menyasar pemberdayaan remaja putri dan perempuan muda di Kota Tangerang, Kabupaten Bandung, Sidoarjo, serta Banyuwangi. (**)










