SUMEDANG – Selepas salat Jumat, suasana Dusun Citembonggirang RT 004 RW 003, Desa Cikeusi, Kecamatan Darmaraja tampak berbeda. Warga berbondong-bondong datang sambil membawa aneka penganan. Mereka berkumpul untuk mengikuti hajat lembur, tradisi syukuran tahunan yang terus dilestarikan masyarakat.
Tahun ini, hajat lembur terasa lebih istimewa karena melibatkan tiga kampung sekaligus, yakni Citembong Girang, Cibodas, dan Cikarut. Menurut panitia, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga sekaligus wujud syukur atas limpahan rezeki.
“Ini merupakan kegiatan syukuran yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun, yakni hajat lembur,” ujar Darsa Maulana Yusuf.
Selain menjadi agenda tahunan, tahun ini hajat lembur juga digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia. Tidak hanya diwarnai kebersamaan warga yang saling berbagi makanan, acara pun dimeriahkan dengan kesenian tradisional.
Salah satu yang paling ditunggu adalah kesenian terebang, kesenian buhun turun-temurun khas Desa Cikeusi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Tabuhan terebang mengiringi syair-syair religi, menambah khidmat sekaligus meriah suasana.
Bagi masyarakat Desa Cikeusi, hajat lembur bukan sekadar pesta rakyat. Ia menjadi momentum untuk menguatkan silaturahmi, menjaga warisan budaya leluhur, sekaligus meneguhkan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan. ***










