Indeks

Bupati Sumedang Hadiri Wisuda Khotmil Qur’an di Ponpes Al Ma’mun

Dony Ahmad Munir menghadiri kegiatan Wisuda Khotmil Qur’an Wal Kutub sekaligus Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H yang digelar di Pondok Pesantren Al Ma'mun, Kabupaten Sumedang, Sabtu (7/2/2026).
Istimewa/SUMEDANGONLINE
Dony Ahmad Munir menghadiri kegiatan Wisuda Khotmil Qur’an Wal Kutub sekaligus Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H yang digelar di Pondok Pesantren Al Ma'mun, Kabupaten Sumedang, Sabtu (7/2/2026).

Sumedang — Dony Ahmad Munir menghadiri kegiatan Wisuda Khotmil Qur’an Wal Kutub sekaligus Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H yang digelar di Pondok Pesantren Al Ma’mun, Kabupaten Sumedang, Sabtu (7/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dony menyampaikan ucapan selamat kepada para santri yang diwisuda atas capaian mereka dalam menamatkan bacaan Al-Qur’an dan kitab.

“Ini suatu capaian yang luar biasa. Santri bisa diwisuda Khotmil Qur’an dan bacaan kitabnya. Tentunya menjadi kebanggaan santriwan, santriwati dan juga kebanggaan orang tuanya,” kata Dony.

Ia menyebutkan, para orang tua santri patut bersyukur dan berbahagia karena putra-putrinya telah mampu menamatkan bacaan Al-Qur’an serta kitab-kitab yang dipelajari di pesantren.

“Tinggal bagaimana caranya dari khatam Al-Qur’an ini bisa memahami maknanya dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, wisuda tersebut bukan berarti menjadi akhir dari proses belajar para santri, melainkan menjadi langkah awal untuk terus memperdalam ilmu agama.

“Wisuda ini bukan berarti selesai belajar, bukan berarti selesai membaca atau menghafal Al-Qur’an, dan bukan pula selesai belajar membaca kitab. Tetapi justru menjadi langkah awal untuk terus belajar, tidak berhenti belajar, bahkan harus lebih giat lagi,” tuturnya.

Ia juga berharap momentum wisuda ini dapat menjadi motivasi bagi para santri untuk semakin semangat dalam menuntut ilmu sekaligus membahagiakan orang tua mereka.

“Bahagiakan orang tua yang masih ada. Buat mereka berbahagia dan bersyukur memiliki anak yang saleh. Pertahankan kesalehannya, pertahankan capaiannya, dan buatlah orang tua terus bersyukur,” katanya.

Bupati Dony menilai para orang tua telah mengambil keputusan tepat dengan menyekolahkan anak-anaknya di Pondok Pesantren Al Ma’mun karena selain mendapatkan pendidikan umum, para santri juga memperoleh pendidikan agama yang menjadi pondasi penting dalam kehidupan.

“Di pesantren ini selain mendapatkan pendidikan umum, anak-anak juga mendapat pendidikan agama yang akan membentuk pondasi iman dan takwa. Jika iman dan takwanya kuat, insyaallah akan menjadi anak yang saleh, taat kepada orang tua, serta taat kepada Allah dan Rasul-Nya,” pungkasnya.***

Exit mobile version