Mahkota Binokasih Sanghyang Pake Dinyatakan Asli, Hasil Uji Ilmiah Perkuat Sejarah Keraton Sumedang Larang

Prosesi Pengujian material Mahkota Binokasih Sanghyang Pake dilaksanakan pada 13 Maret 2026 atau bertepatan dengan 23 Ramadan 1447 Hijriah di lingkungan Keraton Sumedang Larang. Analisis dilakukan menggunakan metode XRF (X-ray Fluorescence), yakni alat analisis non-destruktif yang dapat mengidentifikasi komposisi unsur logam tanpa merusak benda bersejarah.
Istimewa/SUMEDANGONLINE
Prosesi pengujian material Mahkota Binokasih Sanghyang Pake dilaksanakan pada 13 Maret 2026 atau bertepatan dengan 23 Ramadan 1447 Hijriah di lingkungan Keraton Sumedang Larang. Analisis dilakukan menggunakan metode XRF (X-ray Fluorescence), yakni alat analisis non-destruktif yang dapat mengidentifikasi komposisi unsur logam tanpa merusak benda bersejarah.

Sumedang – Mahkota pusaka Binokasih Sanghyang Pake milik Keraton Sumedang Larang dipastikan asli setelah melalui pengujian material secara ilmiah oleh tim dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Balai Pelestarian Kebudayaan IX Jawa Barat bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat serta UPTD Kebudayaan Jawa Barat.

Radya Anom Keraton Sumedang Larang, Rd. Luky Djohari Soemawilaga, menyampaikan bahwa hasil pengujian menunjukkan mahkota pusaka tersebut terbukti asli dan memiliki karakteristik material yang berasal dari masa kerajaan besar di Nusantara.

Pengujian material Mahkota Binokasih Sanghyang Pake dilaksanakan pada 13 Maret 2026 atau bertepatan dengan 23 Ramadan 1447 Hijriah di lingkungan Keraton Sumedang Larang. Analisis dilakukan menggunakan metode XRF (X-ray Fluorescence), yakni alat analisis non-destruktif yang dapat mengidentifikasi komposisi unsur logam tanpa merusak benda bersejarah.

“Pengujian ini menunjukkan hasil yang memuaskan. Mahkota Binokasih Sanghyang Pake dinyatakan original atau asli emas dan memiliki karakteristik yang sejaman dengan era Majapahit–Sunda Galuh,” ujar Luky.

Menurutnya, pengujian ini penting untuk memperoleh data ilmiah mengenai karakteristik dan komposisi material mahkota pusaka yang selama ini menjadi simbol legitimasi sejarah dan kebesaran kerajaan di Tatar Sunda.

Proses pengujian tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan IX Jawa Barat, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, serta Radya Anom Keraton Sumedang Larang.

Luky pun menyampaikan rasa syukur atas hasil pengujian tersebut. Ia berharap temuan ilmiah ini dapat semakin memperkuat nilai sejarah dan pelestarian warisan budaya Keraton Sumedang Larang.

“Alhamdulillah, hasil ini menjadi bukti ilmiah yang menegaskan keaslian Mahkota Binokasih Sanghyang Pake sebagai pusaka bersejarah yang sangat berharga bagi masyarakat Sumedang dan bangsa Indonesia. Perihal komposisi material nya akan kami sampaikan nanti, menunggu laporan hasil resmi dari BPK Wilayah IX,” pungkasnya. ***

Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak