Sumedang, 23 Juni 2025 – Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas terpilihnya Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor sebagai lokasi Retret Kepala Daerah Gelombang 2.
Selain aspek keamanan dan kenyamanan, Bupati Dony juga menyoroti efek positif retret terhadap perekonomian lokal.
“Dipilihnya IPDN Jatinangor sebagai lokasi retret otomatis menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama sektor perhotelan dan UMKM. Hotel-hotel penuh, aktivitas ekonomi meningkat. Ini kabar baik bagi masyarakat Sumedang,” ungkap Dony.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian yang telah menetapkan IPDN Jatinangor sebagai tempat penyelenggaraan retret gelombang kedua.
“Terima kasih Pak Menteri, ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga reputasi Sumedang sebagai wilayah yang siap menyelenggarakan kegiatan berskala nasional,” tuturnya.
Retret: Bangun Jaringan dan Kesatuan Bangsa
Dalam sambutannya saat membuka acara, Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa retret ini bertujuan memperkuat jaringan antar kepala daerah dan menyamakan persepsi serta visi dalam membangun bangsa.
“Ini adalah forum unik, karena tidak banyak momen informal di mana kepala daerah dari berbagai daerah bisa berkumpul dalam suasana santai namun produktif,” kata Tito.
Ia juga menjelaskan bahwa keputusan memilih IPDN Jatinangor sebagai lokasi sudah dilaporkan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Presiden memberikan wewenang penuh kepada saya. Yang penting, pelaksanaannya berjalan lancar dan tujuan kita menyamakan persepsi serta menjaga nasionalisme bisa tercapai,” lanjutnya.
Menurut Tito, IPDN Jatinangor dipilih karena memiliki fasilitas paling lengkap sebagai lembaga pendidikan kedinasan terbesar di Indonesia.
“Asrama, ruang makan, ruang kelas, dan fasilitas pendukung lainnya semuanya ada. Bahkan suasananya tidak kalah dengan AKMIL di Magelang,” ujarnya.
Peserta Retret: Dominasi Usia Produktif
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menyampaikan bahwa total ada 93 kepala daerah dan wakil kepala daerah yang dijadwalkan mengikuti retret gelombang kedua ini.
“Yang hadir secara fisik sebanyak 84 orang. Sebanyak 9 orang tidak dapat hadir karena berbagai alasan, salah satunya Gubernur Papua Pegunungan yang mengalami musibah karena ibundanya meninggal dunia,” kata Bima.
Ia juga menjelaskan rentang usia para peserta:
7 orang berusia di bawah 40 tahun
26 orang berusia 40–50 tahun
39 orang berusia 51–60 tahun
21 orang berusia di atas 60 tahun
Retret kepala daerah gelombang kedua ini berlangsung dari 22 hingga 26 Juni 2025, dan menghadirkan sejumlah tokoh penting seperti Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily, Sekda Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, serta unsur Forkopimda Sumedang, termasuk Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila. ***










