SUMEDANG, Ahad (24/05/2026) – Akad nikah putra Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Lucky Haiqal Fikri, dengan Safa Nisa Aulia Fasa berlangsung khidmat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Ahad (24/05/2026) pukul 19.00 WIB. Prosesi sakral ini menjadi perhatian karena digelar secara sederhana di KUA dan dinilai dapat menjadi inspirasi pernikahan yang hemat, bermakna, dan penuh keberkahan.
Lucky Haiqal Fikri merupakan putra Sekda Provinsi Jawa Barat, H. Herman Suryatman, sedangkan Safa Nisa Aulia Fasa adalah putri H. Jalaludin Mahmud.
Suasana akad berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan dengan dihadiri sejumlah tokoh penting serta jajaran Kementerian Agama. Hadir langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, didampingi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumedang, H. Hamzah Rukmana beserta jajaran.
Kepala KUA Sumedang Selatan, H. Acep Anwar, bertindak sebagai penghulu yang memimpin prosesi ijab kabul hingga berlangsung lancar di hadapan para tamu undangan.
Kehadiran jajaran Kementerian Agama dalam momen tersebut disebut menjadi bagian dari penguatan layanan keagamaan yang humanis, profesional, dan membahagiakan masyarakat, sejalan dengan transformasi layanan KUA di Jawa Barat.
Pernikahan ini juga dihadiri sejumlah tokoh daerah. Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, bersama Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, turut hadir sebagai saksi dalam momen sakral kedua mempelai.
Prosesi ijab kabul berlangsung penuh haru dengan doa agar pasangan pengantin mampu membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah serta dilimpahi keberkahan.
Selain menjadi momentum sakral keluarga, pernikahan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antara unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan keluarga besar kedua mempelai.
Momentum akad nikah ini dinilai selaras dengan pesan yang sebelumnya disampaikan Sekda Jawa Barat, H. Herman Suryatman, saat menghadiri simulasi layanan di lokasi yang sama pada Jumat (22/05/2026). Ia mengajak masyarakat agar tidak ragu melaksanakan akad nikah di KUA karena layanan dan fasilitas saat ini dinilai semakin representatif.
“Nikah di KUA itu keren. Prinsipnya ‘Duit Weuteuh, Hirup Jeujeuh’ (uang tetap utuh, hidup tertata). Jangan sampai setelah selesai pesta pernikahan, kita justru meninggalkan beban utang,” ujar Herman.
Menurutnya, pernikahan sederhana di KUA dapat menjadi pilihan bijak agar pasangan memulai kehidupan rumah tangga tanpa tekanan ekonomi akibat biaya pesta berlebihan.
Langkah keluarga Sekda Jawa Barat yang memilih KUA Sumedang Selatan sebagai lokasi akad nikah diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat bahwa kesederhanaan dalam pernikahan tidak mengurangi makna sakral, bahkan dapat memperkuat nilai kebersamaan dan keberkahan dalam membangun rumah tangga.***










