SUMEDANG – Mengawali rangkaian Milangkala Tatar Sunda serta peringatan Hari Jadi ke-448 Sumedang, Keraton Sumedang Larang bersama Masyarakat Adat Darmaraja dan Pemerintah Kecamatan Darmaraja menggelar Kirab Panji Sumedang Larang, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan tersebut dimulai dari Pendopo Kecamatan Darmaraja dengan prosesi sakral membawa Panji Sumedang Larang secara berjalan kaki menuju Tegalkalong, Kecamatan Sumedang Utara. Selanjutnya pada 2 Mei 2026, dari Alun-Alun Tegalkalong, Panji bersama Mahkota Kemaharajaan Sunda akan dikirab menuju Srimanganti di lingkungan Keraton Sumedang Larang.
Radya Anom Keraton Sumedang Larang, Rd. Luky Djohari Soemawilaga, menyampaikan bahwa bagi masyarakat Sumedang, tanggal 22 April memiliki makna historis yang sangat penting. Pada tanggal tersebut, Mahkota Binokasih—simbol kebesaran Kerajaan Sunda—diserahkan kepada Sumedang Larang, menandai tonggak penting dalam perjalanan sejarah.
“Momentum ini menjadi pengingat akan jati diri dan warisan budaya yang harus terus dijaga serta dilestarikan oleh generasi penerus,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Darmaraja, Hilman Abdilah, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kirab tersebut. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di wilayah Darmaraja.
“Kami berharap Kirab Panji Sumedang Larang ini mampu memperkuat nilai budaya, meningkatkan kebersamaan, serta mendorong potensi lokal masyarakat,” ungkapnya.
Kirab Panji Sumedang Larang menjadi salah satu rangkaian penting dalam peringatan Milangkala Tatar Sunda dan Hari Jadi Sumedang, yang sarat dengan nilai historis, budaya, dan spiritual bagi masyarakat Sunda, khususnya di Kabupaten Sumedang.***
