SUMEDANGONLINE.COM – Program Studi Industri Pariwisata Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Daerah Sumedang sukses menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk “Implementasi Teori Kepemanduan Melalui Paket Wisata Berbasis UMKM Lokal – PAKUANBITES”.
Kegiatan yang digagas para mahasiswa tersebut dilaksanakan di KUB Cinta Asih Sadulur, pabrik olahan singkong yang berlokasi di RT 06/RW 02, Desa Karangpakuan, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang.
Dipimpin oleh Rizal Refandi selaku ketua pelaksana, program wisata edukasi ini berhasil menarik antusiasme rombongan wisatawan lokal asal Dusun Pamarisen, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang.
PAKUANBITES dirancang bukan sekadar sebagai implementasi teori perkuliahan, tetapi juga sebagai upaya nyata dalam mengangkat potensi ekonomi kreatif berbasis UMKM lokal di Kabupaten Sumedang.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mengikuti lima sub-kegiatan utama, yakni observasi proses produksi olahan singkong, praktik langsung pembuatan camilan tradisional, sesi diskusi bersama perajin lokal, proses jual beli produk UMKM, hingga dokumentasi bersama.
Melalui rangkaian kegiatan itu, para peserta dapat melihat secara langsung proses pengolahan singkong dari tahap awal hingga menjadi produk siap konsumsi, termasuk mencoba membuat salah satu camilan khas berbahan singkong yaitu katempling.
“Kegiatan ini sangat menyenangkan dan seru. Kami tidak hanya jalan-jalan, tapi juga mendapat ilmu baru tentang cara membuat katempling langsung dari pabriknya. Pulang-pulang pun membawa banyak oleh-oleh khas dari UMKM Desa Karangpakuan,” ujar salah seorang peserta dari Dusun Pamarisen.
Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism) di Kabupaten Sumedang.
Ketua pelaksana kegiatan, Rizal Refandi berharap program wisata edukasi seperti PAKUANBITES dapat terus berkembang dan berkelanjutan di masa mendatang.
“Kami berharap open trip edukasi seperti PAKUANBITES ini bisa berkelanjutan dan berkembang lebih luas lagi ke depannya. Selain itu, semoga UMKM lokal di Desa Karangpakuan, khususnya KUB Cinta Asih Sadulur, dapat terus bersaing di pasar yang lebih luas, semakin maju, dan mencapai kesuksesan yang lebih besar,” ungkap Rizal.
Menurutnya, kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan pelaku UMKM menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah melalui sektor pariwisata.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menghadirkan inovasi wisata edukasi yang tidak hanya memberikan pengalaman belajar, tetapi juga berdampak positif terhadap pemberdayaan UMKM lokal di Kabupaten Sumedang.***
