SUMEDANGONLINE.COM – Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah VIII Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan Kick Off dan Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Maung (Manusia Unggulan) Tahun Ajaran 2026/2027 di Graha Adinira SMAN 1 Sumedang, Senin (18/05/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pemangku kepentingan pendidikan, di antaranya Kapolres Sumedang, Kasdim 0610 Sumedang, Kejaksaan Negeri Sumedang, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, Ketua MKKS SMA dan SMK, MKKS SMP Kabupaten Sumedang, serta para pengawas SMA dan SMK.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Provinsi Jawa Barat, Santy Kurnia Dewi mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah awal pelaksanaan SPMB Tahun 2026 sekaligus sosialisasi sistem penerimaan murid baru bagi sekolah Maung maupun sekolah umum.
“Hari ini kami melaksanakan kegiatan kick off pelaksanaan SPMB tahun 2026. Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII melaksanakan kick off di SMAN 1 Sumedang sekaligus sosialisasi SPMB, baik untuk sekolah Maung maupun sekolah umum,” ujar Santy.
Menurutnya, SMAN 1 Sumedang telah ditetapkan sebagai sekolah Maung atau sekolah manusia unggul oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Karena itu, proses penerimaan peserta didik baru hanya dilakukan melalui jalur prestasi.
“Untuk SPMB sekolah Maung, karena SMAN 1 Sumedang sudah ditetapkan sebagai sekolah manusia unggul, maka proses SPMB-nya hanya dilaksanakan melalui jalur prestasi, baik prestasi akademik maupun non-akademik,” katanya.
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, SMAN 1 Sumedang akan membuka sebanyak 12 rombongan belajar (rombel) bagi siswa kelas X, dengan kapasitas masing-masing rombel sebanyak 32 siswa.
Santy menambahkan, pendaftaran SPMB sekolah Maung dijadwalkan berlangsung mulai 25 hingga 29 Mei 2026.
Meski masa pendaftaran relatif singkat, calon siswa yang belum diterima di sekolah Maung tetap memiliki kesempatan mengikuti SPMB sekolah umum.
“Apabila tidak diterima di sekolah Maung, anak-anak tersebut masih bisa mengikuti SPMB di sekolah umum. Jadi tetap ada wadah bagi anak-anak yang belum bisa diterima di sekolah Maung,” jelasnya.
Ia berharap pelaksanaan SPMB Tahun 2026 di Kabupaten Sumedang dapat berjalan lancar dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi masyarakat.
“Harapannya kegiatan SPMB tahun 2026, khususnya di Kabupaten Sumedang, bisa terlaksana dengan baik untuk memberikan layanan terbaik bagi anak-anak SMA di Kabupaten Sumedang,” ucap Santy.
Sementara itu, Tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) SMAN 1 Sumedang, Taryat Sudrajat mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menetapkan SMAN 1 Sumedang sebagai sekolah Maung.
“Alhamdulillah, kami dari SMAN 1 Sumedang mendapat kepercayaan luar biasa dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan bahwa SMAN 1 Sumedang ditunjuk sebagai sekolah Maung, artinya sekolah manusia unggulan,” katanya.
Ia memastikan pihak sekolah siap menjalankan seluruh mekanisme dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan SPMB Maung.
Selain itu, SMAN 1 Sumedang juga akan menggelar sosialisasi kepada calon peserta didik tingkat SMP, MTs, dan sederajat mulai 20 hingga 24 Mei 2026.
“Insya Allah kami akan mengadakan sosialisasi kepada calon siswa baru tingkat SMP, MTs, dan sederajat. Dalam waktu yang singkat itu akan kami manfaatkan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Penetapan SMAN 1 Sumedang sebagai sekolah Maung diharapkan mampu melahirkan generasi unggul melalui sistem pendidikan berbasis prestasi, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.***
