PHD Kabupaten Sumedang Pastikan Kesiapan Jamaah Haji Kloter 29 KJT Hadapi Armuzna

Istimewa/SUMEDANGONLINE
Petugas Haji Daerah (PHD) Kabupaten Sumedang memastikan kesiapan jamaah haji Kloter 29 KJT menghadapi puncak ibadah Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) usai rapat koordinasi bersama ketua rombongan (Karom), Minggu (24/05/2026).

MAKKAH, Minggu (24/05/2026) – Petugas Haji Daerah (PHD) Kabupaten Sumedang memastikan kesiapan jamaah haji Kloter 29 KJT menghadapi puncak ibadah Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) usai rapat koordinasi bersama ketua rombongan (Karom), Minggu (24/05/2026). Rapat tersebut membahas teknis pemberangkatan, pembagian tenda, jadwal perpindahan jamaah, hingga kesiapan kesehatan menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji.

Rapat koordinasi dan sosialisasi berlangsung setelah salat Subuh sekitar pukul 05.15 WAS. Kegiatan difokuskan pada persiapan operasional jamaah Kloter 29 KJT selama menjalani rangkaian ibadah di Armuzna.

“Alhamdulillah, hari ini tanggal 24 Mei 2026, setelah salat Subuh kami telah melaksanakan rapat koordinasi sekaligus sosialisasi terkait kesiapan Armuzna dan persiapan pemberangkatan jamaah haji Kloter 29 KJT,” ujar PHD Kabupaten Sumedang, H. Sohibin.

Ia menjelaskan, Kloter 29 KJT terdiri dari jamaah asal Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya dengan total 441 jamaah.

Jamaah Kloter 29 KJT yang berada di Markaz Dhiyafah 56 dijadwalkan berangkat menuju Arafah dari hotel pada Senin (25/05/2026) dalam trip kedua sekitar pukul 11.30 hingga 16.00 WAS.

“Pemberangkatan dari hotel ke Arafah direncanakan pada trip kedua sekitar pukul 11.30 sampai 16.00 waktu Arab Saudi,” katanya.

Perjalanan dari Arafah menuju Muzdalifah diperkirakan berlangsung pada trip kelima sekitar pukul 23.00–24.00 WAS. Sementara perpindahan dari Muzdalifah menuju Mina dijadwalkan sekitar pukul 03.30–04.30 WAS.

Meski demikian, jadwal tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak syarikah.

Dalam pembagian jamaah, sebanyak 200 orang masuk kategori Nafar Awal dan 240 orang mengikuti Nafar Tsani. Penjemputan jamaah Nafar Awal dijadwalkan pada 12 Dzulhijjah pukul 11.00–14.00 WAS, sedangkan jamaah Nafar Tsani dijadwalkan pada 13 Dzulhijjah dengan waktu serupa.

Selain pembagian jamaah, petugas pendamping juga telah dibagi menjadi dua tim sesuai kelompok Nafar Awal dan Nafar Tsani.

H. Sohibin menyebutkan, jamaah Kloter 29 KJT ditempatkan di dua hotel, yakni Hotel 803 dan Hotel 908 selama berada di Makkah.

Dalam sosialisasi, jamaah juga diberikan penjelasan mengenai pembagian tenda di Arafah. Tahun ini, penempatan tenda dilakukan dengan pemisahan antara jamaah laki-laki dan perempuan.

Kloter 29 KJT mendapatkan empat tenda di Arafah, yaitu tenda nomor 10 untuk jamaah laki-laki dari Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Bandung Barat; tenda nomor 12 untuk jamaah perempuan asal Bandung Barat dan Majalengka; tenda nomor 8 untuk jamaah laki-laki asal Sumedang dan Majalengka yang digabung dengan jamaah asal Aceh; serta tenda nomor 19 untuk jamaah perempuan dari Tasikmalaya, Sumedang, dan Kota Tasikmalaya.

“Teknis pemberangkatan diharapkan tidak ada transit dan jamaah langsung menuju tenda masing-masing dengan pendampingan petugas sejak awal,” jelasnya.

Untuk pelaksanaan wukuf di Arafah, PHD Kabupaten Sumedang telah membentuk dua tim petugas. Tim pertama bertugas di tenda 19 dengan susunan khatib dan MC H. Arif, imam H. Sohibin, muadzin H. Alan, serta doa dan muhasabah oleh H. Yahya dan H. Irfan.

Sementara tim kedua bertugas di tenda 10 dengan susunan khatib K.H. Acep atau Abuya, imam K.H. Asep Fuad, muadzin Ustaz Darmawan, serta doa dan muhasabah oleh K.H. Ade Tahqiq dan K.H. Deden.

Untuk tenda nomor 8, penempatan petugas masih menunggu koordinasi bersama jamaah asal Aceh.

PHD juga menetapkan koordinator tenda untuk mengatur distribusi konsumsi selama jamaah berada di Armuzna. Selain itu, pembagian tenda di Mina dibagi menjadi tiga lokasi berdasarkan asal daerah jamaah.

Menjelang penutupan rapat, tim kesehatan dan dokter kloter memberikan arahan terkait upaya menjaga kondisi fisik jamaah selama Armuzna. Setiap ketua rombongan menerima tambahan oralit untuk dibagikan kepada jamaah.

“Masing-masing jamaah diberikan enam bungkus oralit untuk kebutuhan selama enam hari pelaksanaan Armuzna agar kondisi fisik tetap terjaga,” pungkas H. Sohibin.

Ia berharap seluruh jamaah haji Kloter 29 KJT dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan lancar dan sehat.

“Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan, kekuatan, kemudahan, dan kelancaran dalam melaksanakan ibadah haji, mulai dari wukuf di Arafah, menuju Muzdalifah, Mina, hingga tawaf ifadah,” ujarnya.***

Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak