Persib Aing

Transfer Ban PERSIB Terkait Sengketa Daisuke Sato, Bukan Tunggakan Gaji

Istimewa/DOK. INTERNET/SUMEDANGONLINE
Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan.

BANDUNG, Sabtu (30/5/2026) – PERSIB memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai status larangan registrasi pemain baru (transfer ban) dari FIFA. Klub menegaskan bahwa sanksi tersebut berasal dari sengketa kontraktual dengan mantan pemainnya, Daisuke Sato, dan bukan akibat penunggakan gaji atau pengabaian hak-hak pemain.

Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa perkara tersebut bermula dari proses terminasi kontrak Daisuke Sato pada 2023. Sengketa kemudian berlanjut ke proses arbitrase di Court of Arbitration for Sport yang pada putusan akhirnya menetapkan nilai kompensasi lebih rendah dibandingkan tuntutan awal yang diajukan kepada klub.

Menurut Adhitia, kasus tersebut merupakan sengketa kontraktual yang telah ditempuh melalui mekanisme hukum yang berlaku dalam sepak bola internasional. Karena itu, ia menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak berkaitan dengan keterlambatan pembayaran gaji maupun pelanggaran hak pemain.

PERSIB menyatakan menghormati putusan yang telah berkekuatan hukum dan saat ini sedang menyelesaikan kewajiban yang ditetapkan dalam putusan tersebut. Setelah seluruh kewajiban dipenuhi dan diverifikasi sesuai prosedur FIFA, status transfer ban akan dicabut sehingga klub dapat kembali melakukan registrasi pemain baru.

Manajemen juga memastikan bahwa sanksi administratif tersebut tidak memengaruhi stabilitas operasional maupun rencana strategis klub. Persiapan tim, aktivitas rekrutmen pemain, pengelolaan organisasi, dan berbagai program pengembangan tetap berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

PERSIB menilai sengketa kontraktual dan sanksi administratif merupakan dinamika yang lazim terjadi dalam industri sepak bola profesional. Klub mencontohkan sejumlah tim besar dunia seperti Chelsea FC, FC Barcelona, Real Madrid CF, dan Atletico Madrid yang pernah menghadapi situasi serupa namun tetap mampu beroperasi secara profesional dan menyelesaikan proses melalui jalur regulasi yang tersedia.

“PERSIB memandang persoalan ini dengan sikap yang sama, yaitu bertanggung jawab, transparan, dan patuh terhadap ketentuan yang berlaku,” ujar Adhitia.

PERSIB menegaskan komitmennya untuk menuntaskan seluruh proses yang sedang berjalan serta memastikan kepentingan klub tetap terjaga. Manajemen juga menyampaikan apresiasi kepada Bobotoh, mitra, dan masyarakat sepak bola Indonesia atas dukungan dan kepercayaan yang terus diberikan kepada klub.***

⚠️ Pemberitahuan: Isi komentar merupakan tanggung jawab penuh pemberi tanggapan. Redaksi Sumedang Online tidak bertanggung jawab atas isi atau dampak yang ditimbulkan dari komentar yang dikirimkan.

Tinggalkan Tanggapan

Exit mobile version