SUMEDANG, Rabu (10/06/2026) – Pemilihan Ketua Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Sumedang periode 2026–2030 berlangsung dinamis di Gedung KORPRI Sumedang. Dari hasil pemungutan suara yang diikuti perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Sumedang, Wawan Hendarwan terpilih sebagai Ketua ABPEDNAS setelah meraih 25 suara, unggul atas Agus yang memperoleh 10 suara.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur BPD dari 26 kecamatan dengan total peserta sebanyak 38 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 35 suara dinyatakan sah, satu suara tidak sah, dan dua peserta tidak hadir.
Ketua Panitia Pemilihan, Ading Sutisna, mengatakan pembentukan kepengurusan ABPEDNAS Kabupaten Sumedang merupakan bagian dari transformasi organisasi dari Forum Komunikasi Badan Permusyawaratan Desa (FKBPD) menjadi ABPEDNAS.
“Pada hari ini kita membentuk kepengurusan Ketua ABPEDNAS Kabupaten Sumedang dengan dukungan dari 26 kecamatan serta pengurus FKBPD sebelumnya,” ujar Ading.
Dalam pemilihan tersebut terdapat dua kandidat yang bersaing, yakni Agus dan Wawan Hendarwan. Berdasarkan hasil penghitungan suara, Wawan Hendarwan berhasil memperoleh dukungan mayoritas peserta.
“Dari hasil pemungutan suara, Agus memperoleh 10 suara dan Wawan Hendarwan memperoleh 25 suara. Dengan demikian, yang terpilih menjadi Ketua ABPEDNAS Kabupaten Sumedang adalah Wawan Hendarwan,” jelasnya.
Ading berharap kepengurusan baru ABPEDNAS dapat meningkatkan efektivitas fungsi pengawasan BPD, tidak hanya terhadap kepala desa, tetapi juga terhadap berbagai program pembangunan yang berjalan di desa.
“Dengan peleburan ini diharapkan kontribusi pengawasan bisa lebih efektif, termasuk pengawasan terhadap Dana Desa, koperasi, hingga program nasional lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPC ABPEDNAS Kabupaten Sumedang terpilih, Wawan Hendarwan, menegaskan komitmennya untuk memperkuat persatuan dan peran BPD di seluruh desa di Kabupaten Sumedang.
“Tujuan utama saya adalah mempersatukan BPD dari 270 desa agar menjadi kekuatan yang lebih maju, bermartabat, berintegritas, dan lebih dihargai di berbagai tingkatan pemerintahan,” ujarnya.
Menurut Wawan, ABPEDNAS akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa, kecamatan, hingga pemerintah kabupaten. Selain itu, organisasi juga akan menjadi wadah penyaluran aspirasi BPD hingga ke tingkat nasional guna meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Ia juga memastikan akan melanjutkan berbagai program positif yang telah dirintis FKBPD serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang.
“Target kami adalah melanjutkan perjuangan FKBPD yang sudah memiliki program baik. Kami akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan menindaklanjuti program kerja 100 hari ke depan,” katanya.
Dengan terpilihnya kepengurusan baru ABPEDNAS Kabupaten Sumedang, diharapkan sinergi antara BPD dan pemerintah daerah semakin kuat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.***
