Tercatat 8.485 kepala Keluarga di daerah Genangan Jatigede yang harus pindah dari kampong halamannya.  Ribuan kepala keluarga (KK) tersebut korban atau terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede Kab. Sumedang, mereka mendesak pemerintah agar mereka segera dimukimkan. Desakan tersebut menyusul adanya percepatan pembangunan waduk yang ditargetkan bisa dioperasikan pada 2013. Menurut Dr. H. Dady Muhtadi Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Sumedang, berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 8.485 KK bermukim di wilayah genangan Waduk Jatigede. Para KK itu tersebar di 15 desa, yaitu Desa Wado, Padajaya, dan Cisurat Kec. Wado; Desa Sirnasari dan Pawenang Kec. Jatinunggal; Desa Sukamenak, Leuwihideung, Sukartu, Jatibungur, Karangpakuan, Pakualam, Cibogo, dan Cipaku Kec. Darmaraja; Desa Mekarasih, Sukakersa, Ciranggem, dan Jemah Kec. Jatigede.  Namun dari sekian KK yang berada di 15 desa tersebut, hanya 5.704 KK saja yang menjadi tanggung jawab pemerintah untuk dimukimkan ke luar wilayah genangan. Selain itu, pemerintah juga masih memerhatikan nasib 793 KK miskin yang berada sekitar wilayah genangan di 15 desa tersebut, tetapi tidak masuk ke dalam daftar orang yang mendapatkan ganti rugi. Demikian Kadis Kependudukan dan catatan Sipil Kab. Sumedang. “Total KK yang menjadi tanggung jawab pemerintah untuk segera dimukimkan berjumlah 6.497. Di luar kriteria itu, proses perpindahan 1.988 KK lainnya yang berada di sejumlah desa, menjadi tanggungan masing-masing atau masuk ke dalam program swakarsa”. Lebih lanjut Dady menuturkan untuk memukimkan ribuan KK yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede, pemerintah sudah membuat beberapa program. Di antaranya melalui program transmigrasi, sisipan pedesaan, dan pindah ke daerah penerima manfaat (Indramayu, Majalengka, dan Cirebon).  Dan berdasarkan arah minat yang sudah dilakukan, sebanyak 384 KK memilih program transmigrasi, 8.050 KK menginginkan dimukimkan melalui sisipan desa, dan 51 KK memilih dimukimkan di ketiga daerah penerima manfaat Waduk Jatigede./SUMEDANG ONLINE

8 Ribu KK Korban Jatigede menuntut dimukimkan

Tercatat 8.485 kepala Keluarga di daerah Genangan Jatigede yang harus pindah dari kampong halamannya.  Ribuan kepala keluarga (KK) tersebut korban atau terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede Kab. Sumedang, mereka mendesak pemerintah agar mereka segera dimukimkan. Desakan tersebut menyusul adanya percepatan pembangunan waduk yang ditargetkan bisa dioperasikan pada 2013.

Menurut Dr. H. Dady Muhtadi Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Sumedang, berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 8.485 KK bermukim di wilayah genangan Waduk Jatigede. Para KK itu tersebar di 15 desa, yaitu Desa Wado, Padajaya, dan Cisurat Kec. Wado; Desa Sirnasari dan Pawenang Kec. Jatinunggal; Desa Sukamenak, Leuwihideung, Sukartu, Jatibungur, Karangpakuan, Pakualam, Cibogo, dan Cipaku Kec. Darmaraja; Desa Mekarasih, Sukakersa, Ciranggem, dan Jemah Kec. Jatigede.  Namun dari sekian KK yang berada di 15 desa tersebut, hanya 5.704 KK saja yang menjadi tanggung jawab pemerintah untuk dimukimkan ke luar wilayah genangan. Selain itu, pemerintah juga masih memerhatikan nasib 793 KK miskin yang berada sekitar wilayah genangan di 15 desa tersebut, tetapi tidak masuk ke dalam daftar orang yang mendapatkan ganti rugi. Demikian Kadis Kependudukan dan catatan Sipil Kab. Sumedang. “Total KK yang menjadi tanggung jawab pemerintah untuk segera dimukimkan berjumlah 6.497. Di luar kriteria itu, proses perpindahan 1.988 KK lainnya yang berada di sejumlah desa, menjadi tanggungan masing-masing atau masuk ke dalam program swakarsa”.
Lebih lanjut Dady menuturkan untuk memukimkan ribuan KK yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede, pemerintah sudah membuat beberapa program. Di antaranya melalui program transmigrasi, sisipan pedesaan, dan pindah ke daerah penerima manfaat (Indramayu, Majalengka, dan Cirebon).  Dan berdasarkan arah minat yang sudah dilakukan, sebanyak 384 KK memilih program transmigrasi, 8.050 KK menginginkan dimukimkan melalui sisipan desa, dan 51 KK memilih dimukimkan di ketiga daerah penerima manfaat Waduk Jatigede.