Menu

Mode Gelap

ARSIP · 13 Jul 2010 09:15 WIB ·

MASYARAKAT JATIGEDE UNJUK RASA, MINTA KEJELASAN GANTI RUGI DAN RELOKASI.

REPORTER: ADMIN | EDITOR: ADMIN

Tabrakan beruntun terjadi di jalur Bandung-Garut tepatnya di kawasan Kecamatan Cimangung, Kabupaten Sumedang Jawa barat, sekira pukul 19.30. Senin, 24 Januari 2021.

IWAN RAHMAT/SO TABRAKAN: Tabrakan beruntun terjadi di jalur Bandung-Garut tepatnya di kawasan Kecamatan Cimangung, Kabupaten Sumedang Jawa barat, sekira pukul 19.30. Senin, 24 Januari 2021.

Ribuan Warga di sekitar lokasi bakal genangan waduk jatigede berunjukrasa ke Kantor Satker Jatigede Selasa 13 Juli 2010.  Aksi masa ini menuntut kejelasan pembebasan lahan dan bangunan serta rencana relokasi yang belum jelas.

Menghadapi Unjuk Rasa ini sehari sebelumnya atau senin kemarin, pihak Satker segera melakukan Raoat koordinasi dengan Muspida. Rapat berlangsung di Ruang Brefing Pemkab Sumedang.  Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Yaya Widarya, Kapolres AKBP Nurullah, Sekda Sumedang Atje Arifin Abdullah, dan sejumlah pejabat lainnya. Menurut Yaya Widarya pihaknya berharap pemerintah dapat respon terhadap aspirasi masyarakat.  Yaya mengaku pihaknya sudah cukup sering menerima keluhan dan pengaduan dari masyarakat yang terkena dampak proyek Waduk Jatigede.  Banyak yang mengaku dirugikan akibat adanya kesalahan teknis.  Kesalahan itu diantaranya menyangkut hitungan luas lahan bahkan ada yang penggantiannya jatuh ketangan pihak lain.

Baca Juga  Opik Lebaran Hari ini

Berdasarkan data yang ada pada satker Jatigede, rencana bendungan Waduk Jatigede sudah berlangsung dan dalam proses pembangunan sejak tahun 2008 dan rencananya akan selesai pada tahun 2013.  bendungan ini akan menenggelamkan 4.000 Ha lahan di 25 Desa dengan jumlah penduduk yang harus pindah sebanyak 8.000 Kepala Keluarga.

Baca Juga  PT ASKES Serahkan Ambulance

Sementara proses ganti rugi itu sendiri sudah berlangsung sejak tahun 1984 dan sampai sekarang masih menyisakan beberapa desa yang belum tuntas dibebaskan.  Mereka yang diganti rugi tahun 1984 sampai tahun 1986 pada periode pertama ganti rugi sudah banyak yang melakukan transmigrasi ke luar Jawa bahkan translok ke Cianjur dan Garut, namun mayoritas penduduk yang pindah tersebut sudah banyak yang kembali akibat Proyek itu sendiri yang tak kunjung selesai.

(Asnang)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Warga OTD Kembali Berujuk Rasa

26 September 2012 - 12:30 WIB

EVA PURNAMA DEWI WAKILI JABAR KE NASIONAL

1 Oktober 2011 - 08:11 WIB

Proyek Waduk Jatigede Diminta Diwaspadai

29 September 2011 - 16:12 WIB

Eba, Dibangun TPT

26 September 2011 - 20:27 WIB

BPN Sumedang Rayakan HUT Agraria ke 51

23 September 2011 - 18:49 WIB

Bahaya! Kasus Bansos Pemkot Banyak Dipendam Media

22 September 2011 - 15:38 WIB

Trending di ARSIP