CIBUGEL – Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Buana Mekar, Kecamatan Cibugel, Drs Tisno Sutisna, mengaku heran pasalnya orang yang meninggal 5 tahun masih dapat membubuhkan tanda tangan selain itu ditemukan banyak warganya yang di bawah umur tercatat dan belum mempunyai hak pilih, masuk ke data dukungan dua calon perseorangan yakni Ecek-Irwanto dan Kios Juwita (Oom-Erni Juwita).
“Siapa yang tak kenal KH Dudung Abdul Kohar kyai yang terkenal di Kecamatan Cibugel, dia sudah meninggal sejak limatahun lalu, tapi anehnya memberikan dukungan bahkan membubuhkan tanda tangan,” ujar Tisno, dihubungi Sumeks, kemarin.
Jumlah yang meninggal dunia dari dua pasangan yang masuk ke Desa Buana Mekar tercatat mencampai 16 orang, 12 orang diantaranya ada di pasangan Ecek-Irwanto dan sisanya di Kios Juwita.
“Itu baru data terakhir sampai dengan sore ini (kemarin), yang masuk ke Desa Buana Mekar memang hanya dua pasangan calon. Pasangan Ecek dan Haji Oom, data awal pasangan Ecek memang paling banyak 1.485, dan Oom 371, jika data itu valid bila digabungkan 1.856, sementara penduduk di Desa Buana Mekar, yang mempunyai hak pilih hanya sekitar 1.500-an,” ujar Tisno, kemarin.(ign)

