Dikatakan, sejumlah warga kepada wartawan di Jatinangor, Minggu (30/11) sore.
Pembangunann tersebut, berada dikawasan konservasi dan dihawatirkan bisa berpengaruh terhadap debit air.Sementara, seorang perwakilan PT. GSM, Viktor mengaku masih menunggu keinginan warga setempat.
“Kami menunggu terkait kemauan warga. Mau-nya, warga seperti apa?. Artinya, yang kita berikan bukan berupa kompensasi. Karena, kompensasi itu harus didasari kesalahan dari pengembang,” katanya.
PT. GSM, kata dia, tetap kooperatif selain tetap menampung aspirasi masyarakat. Sekcam Jatinangor, Dase Suheryana tetap mengedepankan berbagai persoalan yang terjadi di Jatinangr berjalan dengan baik.
“Kita masih musyawarahkan persoalan itu,” katanya. (Devi- Forkowas)
⚠️ Pemberitahuan: Isi komentar merupakan tanggung jawab penuh pemberi tanggapan. Redaksi Sumedang Online tidak bertanggung jawab atas isi atau dampak yang ditimbulkan dari komentar yang dikirimkan.

