Pilihan Redaksi, SUMEDANG

TNI Berkontribusi Meningkatkan Produk Pertanian

Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi
TNI Berkontribusi Meningkatkan Produk Pertanian | FOTO:

sumedangonline.com, SUMEDANG – Pelibatan TNI sendiri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari membangun ketahanan pangan dan ketahanan nasional sehingga tidak ada yang salah dalam mendukung kedaulatan pangan. Dasar hukum pelibatan peran TNI sudah jelas diatur dalam UU No 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, UU No 34 tahun 2004 tentang TNI dan Inpres No 5 tahun 2011 tentang Pengamanan Produksi Beras Nasional. Inpres ini merupakan keputusan politik yang mendasari kerjasama Kementan dengan TNI.
Selanjutnya, Inpres tersebut ditindak lanjuti oleh Kementan dan TNI dengan naskah kerja sama yang dievaluasi dan perpanjang setiap tahun.

Baca Juga  IGI Sumedang Gelar Workshop dan Launching Buku Bunga Rampai

“Membangun pertanian atau pangan sama halnya membangun pertahanan negara karena pangan punya peran strategis yakni menyangkut urusan kebutuhan hajat hidup masyarakat. Apabila produksi pangan kurang dan ketersediaan pangan tidak merata, maka dapat mengancam pertahanan negara. Di sinilah kaitannya dengan peran TNI,” kata Anggota Komisi B DPRD Kab. Sumedang, H Deden.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Menurut Deden, pelibatan TNI dalam penyuluhan, pembangunan infrastruktur dan pencetakan sawah yakni dilakukan semata-mata untuk mencapai percepatan swasembada pangan. Adapun anggapan tentang pelibatan dalam pendistribusian alat mesin pertanian adalah tidak benar.

Baca Juga  BSMSS Hubungkan Kampung Cigintung dengan Jalan Wado-Sumedang

“TNI hanya mengawal pemanfaatan dan pemeliharaan alat mesin pertanian melalui brigade alat mesin pertanian yang bekerja sama dinas pertanian setempat,” ungkapnya politisi Golkar itu.

Pelibatan TNI pun dalam rangka membantu pemerintah pusat dan daerah untuk mengisi kekurangan tenaga penyuluhan dan percepatan realiasasi program. Menurut Deden, penyuluh merupakan salah satu ujung tombak di lapangan untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani, sehingga kekurangan tenaga penyuluhan dibantu pihak TNI.
“Di dua tahun terkhir menurut data nasional, jumlah penyuluh hanya 44 ribu orang (PNS dan THL), sedangkan yang dibutuhkan mencapai 72 ribu orang agar setiap desa didampingi satu penyuluh,” ungkapnya.

Baca Juga  Pembatasan Kuota, Banyak Pelajar yang Gagal Masuk ke SMPN 1 Cimalaka

Sementara terkait pembangunan infrastruktur pertanian dan pencetakan sawah, dikerjasamakan dengan TNI adalah program terobosan untuk percepatan pelaksanaan program. Sebelum bekerja sama dengan TNI, cetak sawah hanya berkisar 26 ribu ha per tahun. Akan tetapi setelah kerja sama, jumlah cetak sawah naik 500 persen atau menjadi 138 ribu ha di tahun 2016. Di Sumedang sendiri terjadi percetakan sawah baru seluas 250 hektar.

“Artinya bahwa percepatan ini tentu akan berdampak pada tercapainya percepatan swasembada pangan,” terang Deden. ***

Tinggalkan Balasan