Home / Nasional / Pilihan Redaksi

Jumat, 17 November 2017 - 00:51 WIB

Pengabaian Krisis Rohingya di KTT Asean Ke-31, ini tanggapan Presiden AYLF



JAKARTA – Naskah awal komunike bersama hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-31 ASEAN tahun 2017 telah mengabaikan salah satu permasalahan kemanusiaan yang terjadi di ASEAN. Tidak sekali pun ada pencantuman kata “Rohingya” sebagai etnis Musllim korban kemanusiaan oleh Militer di negara bagian Rakhine, Myanmar.

KTT ASEAN hanya menginggung dan menyebutkan pentingnya bantuan kemanusiaan untuk komunitas yang terkena dampak di bagian utara Rakhine, lalu memberikan perhatian kepada korban bencana alam di Vietnam dan korban pertempuran dengan militan di Filipina. Padahal, tragedi kemanusiaan dalam bentuk genosida telah terjadi menimpa etnis Rohingya, menyebabkan sedikitnya 600 ribu orang harus mengungi ke Bangladesh. Bahkan Dewan HAM PBB mengatakan bahwa tragedi ini sebagai aksi pembersihan Etnis.

Baca Juga  Pemkab Rakor Antisipasi Rawan Pangan Bagi Warga OTD Jatigede

Asean Young Leaders Forum (AYLF) Chapter Indonesia merupakan forum pemuda ASEAN yang terdiri dari beberapa organsasi kepemudaan di Indonesia, yaitu Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI), Pemuda Al Irsyad, Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia, dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

”Atas abainya KTT ke-31 ASEAN di Filipina terhadap tragedi kemanusiaan Rohingya, maka kami Asean Young Leaders Forum (AYLF) Indonesia sebagai bagian dari masyarakat internasional yang menjunjung nilai perdamaian, keadilan dan Hak Asasi Manusia merasa perlu untuk menyatakan sikap mengecam penyelenggaraan KTT ke-31 ASEAN yang terkesan formalistik, disebabkan tidak ada ketegasan untuk membahas secara serius tragedi kemanusiaan di Rohingya. Dengan demikian, telah tampak bahwa negara anggota ASEAN memiliki komitmen yang lemah dalam menjunjung tinggi nilai perdamaian keadilan dan HAM,” kata Yogi Agus Salim, Presiden AYLF Indonesia dalam rilis resmi yang diterima redaksi.

Baca Juga  Dua Pengedar Obat Keras Terlarang Dibekuk Polres Sumedang, Terancam 15 Tahun Bui

Lebih lanjut AYLF, mendesak Dewan Keamanan PBB agar segera mengambil langkah konkret dalam mewujudkan perdamaian bagi etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar. Selain itu, AYLF juga mendesak pemerintah Indonesia sebagai negara yang mejunjung tinggi HAM dalam UUD 1945 untuk terus berperan aktif dalam penyelesaian tragedi kemanusiaan yang melanda Myanmar, serta membantu para korban.

”Mengajak serta mengingatkan eluruh elemen masyarakat dunia, khususnya masyarakat seluruh Indonesia bahwa permasalahan kemanusiaan Rohingya belumlah selesai, mari bersama-sama untuk terus mengirimkan doa dan bantuan terbaik bagi saudara kita etnis Rohingya di Myanmar,” sambungnya. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

KESEHATAN

Derita Annisa, tega bapak ninggalin anaknya yang lumpuh

Pilihan Redaksi

PWI Majalengka Luncurkan Biografi Maruarar Sirait

Pilihan Redaksi

Forum Camat Berharap Sekda Terpilih Adalah yang Terbaik

Pilihan Redaksi

Dua Terowongan Tol Terpanjang di Indonesia “Cisumdawu” Sudah Tembus

Pilihan Redaksi

Longsor Sempat Tutup Jalan Cimungkal-Kirisik

Pilihan Redaksi

[MINI BUS TERBAKAR DI EBA] Pecahkan Kaca, 31 Orang Selamat

Pilihan Redaksi

Duh Jalan Amblas Dekat Pusat Kota Belum Diperbaiki

JATINANGOR

Macet, truk minyak nyungsep