Yu! hadiri acara angklung pride ke Tujuh di Saung Udjo

BANDUNG–Angklung diakui oleh UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity sejak 16 November 2010. Sejak saat itu angklung menjadi sebuah bentuk kebudayaan yang diakui dunia berasal dari Indonesia.
Untuk memperingati penetapan oleh UNESCO tersebut, tahun ini Saung Angklung Udjo kembali menggelar kesenian yang mengangkat nuasan angklung sebagai warisan budaya Idonesia khususnya dari Jabar. “Sejak 1 November sebenarnya sudah dilakukan resital angklung di Udjo, hingga 15 November, lalu akan dilakukan jambore angklung gunung tanggal 18-19 November dan terakhir puncak acara Angklung Pride ke 7,” ujar Taofik Udjo, pengelola Saung Angklung Udjo seperti dilansir laman resmi Pemprov Jabar, Kamis (16/11).
Ia mengatakan, Angklung Pride ke6 tahun lalu dihadiri dan dibuka langsung oleh Wagub Jabar Dedy Mizwar, tahun ini kemungkinan juga akan sama. Pelaksanaan Angklung Pride ada di Kebon Awi Udjo Cijaringao, pada Minggu 19 November nanti.
“Menjaga, memelihara, meregenerasikan dan mempromosikan angklung adalah tugas besar yang harus dilakukan setelah pendeklarasian oleh UNESCO 2010 lalu, Jika tidak dilakukan maka kemungkinan bisa dicabut lagi,” kata dia.
Namun setelah tujuh tahun berlalu, menurutnya , UNESCO masih tidak mencabut, hal itu karena ternyata angklung kini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Idnonesia khususnya Jabar. Padahal jika dalam dua tahun pertama ditetapkan tidak ada kegiatan yang mampu mengembangkan angklung, maka bisa saja dicabut dari UNESCO. jo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK