Home / Nasional / Pilihan Redaksi

Rabu, 7 Februari 2018 - 15:52 WIB

82 Persen Wilayah Jabar Rawan Bencana

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) merilis status siaga darurat bencana banjir dan longsor di Jawa Barat. Status ini berlaku sampai 31 Mei 2018, termasuk untuk kawasan Kabupaten Bogor yang beberapa wilayahnya mengalami longsor pada Senin (5/2).

GUBERNUR JAWA BARAT AHMAD HERYAWAN (AHER) MERILIS STATUS SIAGA DARURAT BENCANA BANJIR DAN LONGSOR DI JAWA BARAT. STATUS INI BERLAKU SAMPAI 31 MEI 2018, TERMASUK UNTUK KAWASAN KABUPATEN BOGOR YANG BEBERAPA WILAYAHNYA MENGALAMI LONGSOR PADA SENIN (5/2).: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) merilis status siaga darurat bencana banjir dan longsor di Jawa Barat. Status ini berlaku sampai 31 Mei 2018, termasuk untuk kawasan Kabupaten Bogor yang beberapa wilayahnya mengalami longsor pada Senin (5/2).


KAB. BOGOR – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) merilis status siaga darurat bencana banjir dan longsor di Jawa Barat. Status ini berlaku sampai 31 Mei 2018, termasuk untuk kawasan Kabupaten Bogor yang beberapa wilayahnya mengalami longsor pada Senin (5/2).

Aher menjelaskan, setidaknya 82 persen wilayah Jawa Barat dan 90 persen (khususnya di Kabupaten Bogor) termasuk wilayah rawan bencana. Karenanya, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terutama untuk tidak tinggal di dataran tinggi maupun wilayah tebing. Upaya penyebarluasan terhadap masyarakat akan terus dilaksanakan sebagai tindakan preventif.

Baca Juga  Satuan Reskrim Polres Sumedang Ciduk Pengedar Upal yang Beraksi di Cibugel

“Jawa Barat itu wilayah bumi vulkanik muda. Subur tapi rawan bencana. Masyarakat bisa turut menjaga lingkungan dan menormalisasi kawasan hutan yang menjadi kunci utama dalam keseimbangan lingkungan,” tutur Aher dalam keterangan pers setelah berkunjung ke area longsor di Riung Gunung, Bogor, Selasa (6/2/2018).

Dalam kesempatan sama, Bupati Nurhayanti mengatakan, yang perlu digarisbawahi bahwa benar adanya Kabupaten Bogor ini daerah rawan bencana.

“Dari 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor, 24 kecamatan adalah rawan bencana. Khususnya bencana longsor ketika curah hujan tinggi,” katanya.

Baca Juga  Dony Ajak Masyarakat Sumedang Tetap Jaga Persatuan

Upaya Pemkab Bogor adalah selalu intensif mensosialisasikan menyangkut kesiapsiagaan yang sewaktu-waktu bencana alam mengancam. “Khususnya masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, selalu siaga ketika memasuki musim penghujan seperti sekarang ini,” katanya.

Ia juga menjelaskan, pasca bencana pihaknya akan terus bersinergi dengan pemerintah provinsi maupun pusat dalam melakukan relokasi terhadap masyarakat yang tinggal di dataran tinggi rawan bencana.

“Saya kira relokasi adalah upaya pasca bencana yang sudah diprogramkan dan itu solusi terakhir dalam mengantisipasi terjadinya bencana hingga menimbulkan korban jiwa,” terangnya. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Ini Tiga Opsi Cara Pembuatan KTP untuk OTD Jatigede

JATINANGOR

Siswa Al-Masoem Ini Sumbang Medali Perak di Ajang Karya Ilmiah

Pilihan Redaksi

Belum Diperbaiki Sejak 1972, Rumah Tinggal Maman Ambruk

PENDIDIKAN

Disdik Sumedang Sebut BOP PAUD Sudah Kelar Disalurkan

Pilihan Redaksi

Andre ajak anak muda bersinergi bangun desa

Pilihan Redaksi

Ingin jadi Gubernur Jabar dari jalur perseorangan siapkan 2,1 juta lebih KTP

Pilihan Redaksi

Daftar Hari Ini, Persyaratan 8 Bacaleg PBB Sumedang Masih Perlu Diperbaiki

Pilihan Redaksi

Mulai 13 Agustus, Jalan Sebelas April Harus Bebas PKL