Home / Nasional / Pilihan Redaksi

Jumat, 8 Juni 2018 - 03:39 WIB

Dukung Pembentukan Badan Nasional Tata Kelola Usaha Ekonomi Rakyat Milenial



SUMEDANGONLINE, Jakarta: Badan Nasional Tata Kelola Usaha Ekonomi Rakyat Milenial (BNTU – ERaNial) menjadi hal yang perlu segera diwujudkan, dalam menghadapi Disrupsi yang terjadk di era milenial saat ini. Demikian inti dari hasil Seminar Urgensi yang di selenggarakan oleh Forum UMKM Digital Kreatif Indonesia (FUDIKI) dan JNE, dengan menghadirkan Moderator Prof. Dr. Yudhi Haryono, P.H.D, dan Narasumber Prof. Dr. Ahmad Erani, M. Sc., Ph.D, Prof. Dr. Sri Edi Swasono, M.PIA., Ph.D, Drs. Mohammad Feriadi, M.BA, dan Aries Mufti mewakili Dr. Ir. Arief Budimanta, M.Sc. serta Keynote speaker Ir. Tjahjo Ruruh Djatmiko, M.M., M.B.A.

Dalam pengantar seminar, TRD sebutan untuk Tjahjo, Kami punya mimpi, UKM Mikro kecil naik kelas dan menguasasi pasar global bisa menjadi kenyataan. Hal ini, karena berangkat dari ke khawatiran bahwa masyarakat milenial kita lebih peduli budaya barat, mereka lebih mengenal superman dibanding dengan gatotkoco. Ini, kalau tidak di lestarikan, siapa yang mau beli wayang, kalau tidak ada yang beli, siapa yang mau produksi, kalau tidak ada yang produksi bisa hilang satu generasi budaya. Ini bahaya, kata TRD.

Baca Juga  Ada Kades Masuk DCT, Ini yang Akan Dilakukan Bawaslu Sumedang

Namun hal terpenting adalah, dengan adanya BNTU diharapkan akan tersaji bigdata tertang pelaku Ekonomi Rakyat di Indonesia. Sehingga bisa menjadi alat yang tepat bagi pengambil kebijakan di negeri ini, sehingga tepat sasaran.

Sedangkan Aries Mufti, yang merupakan anggota KEIN, banyak menyoroti perbandingan perkembangan perekonomian di negara lain sepertk Korea, Jepang, dan negara maju lainnya. Korea, negara miskin ke 2, di dunia dalam kurun waktu 8 tahun bisa menduduki urutan ke 11. Hasil interview dengan warga korea, yang membuat mereka berubah adalah karena mereka sadar bahwa pemerintahnya tidak bisa berbuat perbaikan. Mereka dengan kesadaran, melakukan perubahan. Ini yang harus menjadi motivasi kita. Apalagi kalau Pemerintah punya kepedulian, maka perubahan bisa lebih cepat. Tapi yang palinv penting adalah masyarakatnya sendiri.

Baca Juga  SMK YPPS Luncurkan Buku Analekta Puisi Larena

Aries juga menyoroti betapa kita sangat tidak terperdaya, tatkala 2,5 juta orang Umrah dan Haji dari Indonesia, tapi yang menikmati bukan orang Indonesia. Produksi sajadah, mukena, oleh-oleh, bukan produksi kita.

Intinya, diharapkan Beli Produk Desa untuk Bela Bangsa. Ini harus menjadi dasar keinginan melakukan perubahan sikap, tambah aries.

Di tempat yang sama, Erani, menyampaikan bahwa secara Ekonomi, Indonesia belum memiliki Undang-Undang Sistem Ekonomi. Dalam politik, UU sudah ada, namun ekonomi belum.

Sedangkan Sri Edi Swasono, membandingkan korea dengan Indonesia, yang membedakan adalah korea punya kultur. Indonesia, tidak punya. Indonesia sebenarnya merdeka secara politik sejak proklamasi kemerdekaan. Dan seharusnya disadari pula bahwa itu kemerdekaan terhadap budaya. Sayangnya, kesadaran akan hal itu belum ada. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Kapolres Bandung, AKBP Indra Hermawan

Nasional

Gate Tol Cileunyi Dijaga Ketat Polisi

Pilihan Redaksi

Penyemprotan Disinfektan, Polres Sumedang Akan Turunkan Dua Water Cannon

Pilihan Redaksi

Ketua MUI Hadiri Peresmian Ponpes An-Nuur

Pilihan Redaksi

EK-i Juga Akan Daftar Hari ini
Kasi Hubungan Antar Lembaga di Kesbangpol Sumedang, Agus Suyadi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 4 November 2020.

Pilihan Redaksi

Pasca Musda, Golkar Sumedang Belum Laporan ke Kesbangpol

Pilihan Redaksi

Ingat Ya, Pemerintah Hanya Buka CPNS Lewat Formasi Khusus

Pilihan Redaksi

Pengerjaan jalan lingkar barat Jatigede bakal dikebut

Pilihan Redaksi

PON 2016, Kuras APBD Jawa Barat