Home / KESEHATAN / Pilihan Redaksi

Kamis, 19 September 2019 - 00:23 WIB

Pemda Sumedang Bidik dalam Lima Tahun Angka Stunting Turun

Workshop penanganan stunting di era 4.0 di Kabupaten Sumedang di Gedung Negara, Rabu (18/9/2019).

IWAN RAHMAT PENANGANAN STUNTING: Workshop penanganan stunting di era 4.0 di Kabupaten Sumedang di Gedung Negara, Rabu (18/9/2019).


SUMEDANG.ONLINE – Pemerintah Kabupaten Sumedang menargetkan permasalahan berkaitan dengan stunting dapat turun dalam lima tahun ke depan. Mereka menargetkan setiap tahunnya dapat turun 0,8 persen, apalagi saat ini masalah stunting di Sumedang masih terbilang tinggi dibandingkan angka di Provinsi Jawa Barat maupun secara Nasional.

“Ini dalam rangka workshop penanganan stunting di era 4.0. Karena kita pahami, bahwa potret stunting di Kabupaten Sumedang di bawah standar provinsi dan Nasional. Bahwa posisi kita adalah di 3,2 persen. Jadi ini dalam rangka mengakselerasi penurunan stunting sehingga ada percepatan dengan adanya akselarasi ini,” kata Kabid Pemerintahan dan Sosial pada Badan Perencananaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPPPEDA) Kabupaten Sumedang, Cucu Nurpirman, usai acara berlangsung di Gedung Negara, Rabu (18/9/2019).

Baca Juga  DPRD Sumedang Minta Pemerintah Segera Realisasikan Tempat Relokasi Korban Longsor Cimanggung

Karena itu sebut dia, untuk percepatan akselerasi tersebut pihaknya menggandeng unsur akademis dan dari Kementerian Kominfo sebagai narasumber dalam kegiatan yang dihadiri para SKPD dan Praktisi Kesehatan se Kabupaten Sumedang itu.

”Jadi mudah mudahan data exsiting sekarang, yaitu berdasarkan bulan kunjungan penimbangan balita 2018 ini, menjadi tolok ukur sementara. Untuk akhirnya nanti ada secara progress dalam jangka lima tahun menuju penurunan kondsisi stunting yang ada di Sumedang,” harapnya.

Baca Juga  Jelang Mudik Idul Adha, Pos Penyekatan di Perbatasan Sumedang Diperketat

Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir berharap target penurunan stunting di Kabupaten Sumedang dapat tercapai karena dilakukan secara berkolaborasi menggunakan teknologi informasi. Hal itu karena diakui Bupati, saat ini gizi buruk dan stunting di Kabupaten Sumedang masih terbilang tinggi.

“Bahkan Sumedang berada di atas rata-rata Jawa Barat dan di atas rata-rata Nasional, IPM kita. Padahal di Sumedang ada Unpad, ada ITB, ada IPDN, ada IKOPIN dan ada kita Pemerintah, tapi stuntingnya tinggi. Untuk itulah kita keroyok Bersama-sama,” jelasnya. (IWAN RAHMAT)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Sekda Jabar Iwa Karniwa menandatangani Kesepakatan Kerjasama bersama Sekda Kabupaten/Kota dan Kepala Kantor Regional III BKN, terkait Metode Computer Assisted Test (CAT) BKN di Aula Barat Gedung Sate, Rabu (10/10/2018). [FOTO:Humas Jabar]

Pilihan Redaksi

Ini 5 Titik Lokasi Pelaksanaan Test CPNS di Jabar

Pilihan Redaksi

Tak Berizin, Alfamart Wado & Indomart Darmaraja Ditutup
Tangkapan layar KITABISA hingga tanggal 28 Mei 2019.

Pilihan Redaksi

Dari Rp 1 Miliar Baru Rp 81 Ribu, Donasi Pembangunan Jalan Surian di #Kitabisa

Pilihan Redaksi

Komisi D: Pembebasan lahan bendung Rengrang ditarget beres 2017

KABAR DARI GEDUNG NEGARA

Bupati Sumedang Berkomitmen Majukan Kawasan Jatinangor jadi Perkotaan

BISNIS

Ini harga kebutuhan pokok masyarakat jelang lebaran di Sumedang
Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Wilayah 3 Sumedang menggelar kegiatan Pelatihan Pembuatan Program e-Library dan Manajemen Pengelolaan Perpustakaan Digital di SMP Negeri 1 Cimalaka. Kamis, 18 Februari 2021.

PENDIDIKAN

Tingkatkan Wawasan Pustakawan, MKKS Wilayah 3 Sumedang Gelar Pelatihan E-Library
Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Penelitian, Dr. M. Yahya Arwiyah, bersama tim abdimas, mahasiswa dan masyarakat di lokasi pengolahan limbah.

PENDIDIKAN

Desa Binaan Telkom University Hasilkan Pupuk Organik