Sumedang

Satpol PP Sumedang Akan Panggil Pengembang Perumahan Rancamulya Recidence

SUMEDANG.ONLINE – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang berencana akan memanggil pengembang Perumahan Rancamulya Recidence.

Hal itu berkaitan dengan kecerobohan pihak pengembang, sehingga disposal perumahan Rancamulya Recidence, malah menutup saluran air dan menyebabkan tanah hasil cut and fill tergerus dan masuk ke bahu Jalan Sumedang-Wado, menyebabkan jalan menjadi licin dan banyak diantara pengendara roda dua yang terjatuh. Bahkan terakhir sampai ke pabrik heuleur yang ada di Dusun Andir, Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara.

“Pengembangnya akan dipanggil hari Senin, tadi bersama dengan Muspika ke sana tetapi pengembangnya tidak ada,” kata Kepala Bidang Penegakkan Perundang- undangan Daerah Pol PP Kabupaten Sumedang, Deni Hanafiah, saat dikonfirmasi SUMEDANGONLINE, Jumat, 27 Desember 2019.

Peninjauan dilakukan Satpol PP usai mereka melakukan penjaringan minuman keras di wilayah Padasuka dan bertemu dengan Camat Sumedang Utara. “Saya katakan ke Pak Camat, ini mendesak karena disposalnya kan melimpah sementara gorong-gorong yang ada di sana tidak mampu menampung turunnya air disposal hingga meluber ke jalan. Dan itu bisa mengancam pagar yang disana, kalau hujan terus turun. Saya bilang (pengusahanya) panggil ke kantor camat atau ke kantor Satpol PP. Alhamdulillah akan diselesaikan nanti hari Senin, abdi ge diundang kadinya,” jelas Deni

Diberitakan sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, masih melakukan penanganan berkaitan dengan adanya disposal perumahan Rancamulya Recidence yang mengakibatkan saluran air tersumbat hingga tanah erbawa arus air menutupi Jalan Terusan Sebelas April sepanjang lk 50 Meter dengan ketebalan 5 – 10 centimeter. Kejadian itu telah terjadi sejak Rabu, 25 Desember 2019 pukul 20.30 dan kembali mengalami kejadian serupa hingga saat ini, Jumat, 26 Desember 2019.

Dihubungi Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang, membenarkan kejadian tersebut. Bahkan dikatakan dia, sejak pukul 16.00 WIB, pihaknya telah menurunkan 10 personel untuk melakukan penanggulangan dibantu Damkar, TNI, Polri, dan masyarakat setempat.

“Sekarang kita sedang membersihkan lumpur yang masuk ke rumah warga, untuk jalan kita belum,” kata Yedi saat dihubungi SUMEDANGONLINE melalui sambungan telepon.

Disebutkan dia, longsoran disposal itu telah ada yang masuk ke pabrik heuleur yang ada di bawah lokasi bakal perumahan tersebut. “Iya masuk pabrik heuleur, kalau ke rumah warganya tidak, cuman jalan gang dan halaman rumah warga saja,” imbuhnya.

Akibat lumpur masuk ke pabrik heuleur menyebabkan padi yang ada di pabrik tersebut ikut basah terkena air lumpur.

“Kita prioritaskan pemukiman dulu, karena lumpurnya dalam lebih dari 10 centimeter sampai 20 centimeter. Sementara untuk jalan saat ini tinggal di bersihkan oleh Damkar,” jelasnya.

Ditanya kenapa kembali terjadi longsoran disposal, disebutkan Yedi, hal itu lantaran debit air yang turun dari atas (Bakal Perumahan) datangnya cukup besar. “Tanah hasil cut and fill itu terbawa arus air,” ungkapnya. **IWAN RAHMAT PURNAMA**

⚠️ Pemberitahuan: Isi komentar merupakan tanggung jawab penuh pemberi tanggapan. Redaksi Sumedang Online tidak bertanggung jawab atas isi atau dampak yang ditimbulkan dari komentar yang dikirimkan.

Tinggalkan Tanggapan

Exit mobile version