Home / Nasional / Pilihan Redaksi

Senin, 6 April 2020 - 02:15 WIB

Gubernur Ajak Warga Jabar Disiplin Cegah Penyebaran COVID-19

GUBERNUR Jabar Ridwan Kamil saat meninjau rapid test drive-thru Covid-19 di Bale Kota Bandung, Sabtu (4 April 2020). FOTO Humas Jabar

GUBERNUR JABAR RIDWAN KAMIL SAAT MENINJAU RAPID TEST DRIVE-THRU COVID-19 DI BALE KOTA BANDUNG, SABTU (4 APRIL 2020). FOTO HUMAS JABAR GUBERNUR JABAR RIDWAN KAMIL SAAT MENINJAU RAPID TEST DRIVE-THRU COVID-19 DI BALE KOTA BANDUNG, SABTU (4 APRIL 2020). FOTO HUMAS JABAR: GUBERNUR Jabar Ridwan Kamil saat meninjau rapid test drive-thru Covid-19 di Bale Kota Bandung, Sabtu (4 April 2020). FOTO Humas Jabar


SUMEDANG.ONLINE, KOTA BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, H. Ridwan Kamil, menekankan agar masyarakat Jawa Barat, disiplin dalam menerapkan physical maupun social distancing. Karena imbauan pemerintah amat krusial dalam mencegah penyebaran COVID-19 di Jawa Barat.

“Jika kita disiplin menerapkan physical distancing, kita dapat mengakhiri pandemi pada bulan Juni. Sekitar waktu itu, tren (kasus positif COVID-19) akan turun dan situasi kembali normal pada akhir Juni jika orang-orang disiplin,” ujar Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Ahad, 5 April 2020.

Lebih lanjut dia mengatakan, sejumlah universitas sudah memprediksi kapan penyebaran COVID-19 berakhir. Menurut informasi yang ia rangkum, penyebaran COVID-19 akan berakhir pada Juni 2020. Prediksi itu bisa terwujud apabila masyarakat disiplin menerapkan pembatasan sosial dan mengikuti imbauan pemerintah.

Baca Juga  Dishubkominfo gelar PIN di Terminal Ciakar

Hal krusial saat ini dalam mencegah penyebaran COVID-19 adalah kesadaran masyarakat untuk tidak mudik. Kesadaran tersebut bisa menjadi bentuk solidaritas kepada sesama ataupun kepada tenaga medis yang sedang berjuang melawan COVID-19 di zona merah.

“Tetapi, jika tidak (disiplin), maka situasi kembali normal pada akhir tahun. Saya pikir, sangat penting bagi kita untuk mengendalikan pandemi tanpa mudik,” kata Kang Emil.

Bahkan disebutkan dia, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sudah mengeluarkan maklumat larangan mudik dan piknik. Kemudian, memberlakukan prosedur tetap kesehatan di terminal, bandara, dan stasiun, untuk memastikan pemudik tidak terpapar Severe Acute Respiratory Syndrome Virus (SARS-CoV-2), virus penyebab COVID-19.

Baca Juga  Tingkatkan Kualitas Aparatur Pemdes, 93 Kades Dilatih Management Character Building

Desa-desa di Jabar memperketat pengawasan mobilitas warga yang masuk daerahnya. Dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Tanggap COVID-19, aparatur desa mendata pemudik yang berasal dari zona merah dan memintanya untuk isolasi diri selama 14 hari. Beragam upaya tersebut dilakukan Pemda Provinsi Jabar agar penyebaran COVID-19 tidak meluas.

“Masalah COVID-19 ini adalah masalah bersama. Bukan hanya tugas pemerintah, tapi tugas kita semua, membantu, mempercepat penyelesaian masalah COVID-19 ini,” ucap Kang Emil beberapa waktu lalu. *HUMAS JABAR*

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Daftar Hari Ini, Persyaratan 8 Bacaleg PBB Sumedang Masih Perlu Diperbaiki

OLAHRAGA

Wapres Jusuf Kalla Minta Cabor Intensif Pantau Perkembangan Atlet

Pilihan Redaksi

Cegah Corona, Satpol PP Sumedang Tutup Sementara Karaoke Sawargi
Proses pencarian korban longsor Cimanggung oleh tim SAR Gabungan.

Pilihan Redaksi

Update Longsor Cimanggung Pukul 21.30 Telah Ditemukan 29 Orang Meninggal Dunia 279 KK Diungsikan
Petugas gabungan melakukan penyemprotan disinfektan. Terutama untuk kendraan dari Jakarta dan keluar di Gerbang Tol Sumberjaya Interchange Kabupaten Majalengka, Sabtu, 10 April 2020.

Nasional

Kendaraan Masuk Majalengka Disemprot Disinfektan
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sumedang, drg. H. Rahmat Juliadi, M.H. Kes.

Pilihan Redaksi

Komisi III Ingatkan Pemerintah Sumedang Kontrol Penyemprotan Disinfektan dan APD Faskes

KABAR HAJI

Sekda Lepas Jamaah Calon Haji Kloter 65

Pilihan Redaksi

Makin Mesra, Pentolan Golkar Hadiri acara Dulur Akur