Home / Nasional

Rabu, 8 April 2020 - 15:30 WIB

Kemenkeu: RS Kini Dapat Ajukan Klaim Covid-19 ke Kemenkes



SUMEDANG.ONLINE, JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktur Jenderal Anggaran (DJA), Askolani mengatakan bahwa, rumah sakit kini sudah dapat mengajukan klaim penanganan Virus Korona (Covid-19) ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Hal ini disampaikannya dalam video conference bersama Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) tentang bantuan sosial (bansos) di Jakarta, Rabu, 8 April 2020.

Standar biaya untuk penanganan Covid-19 telah diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sehingga Rumah Sakit (RS) dapat segera mengklaim biaya penanganan Covid-19 sejak Februari 2020.

”Sudah koordinasi dengan Kemenkes untuk standar biaya paket Covid, mulai dari biaya perawatan, biaya dokter sampai musibah kematian sudah diusulkan Kemenkes dan disetujui Kemenkeu. Standar biaya ini, untuk pasien Covid-19 semua biaya ditanggung Pemerintah, diperhitungkan sejak Februari,” jelas Askolani.

Baca Juga  Jumlah Petugas Lapas di Jabar Masih Minim

Cara mengklaim biaya RS adalah RS akan konsolidasi mengusulkan biaya ke BPJS, kemudian BPJS diminta untuk memverifikasi RS. Lalu BPJS menyampaikan ke Kemenkes untuk biaya yang harus dibayarkan masing-masing RS. RS diberi kesempatan mengusulkan pembiayaan pasien Covid-19 per 2 minggu sekali agar mobilitasnya lebih cepat dan membantu cashflow RS. Klaim usulan RS itu setelah diterima Kemkes akan direimburse 50 persen dulu dari klaim. Sisanya diverifkasi (dihitung) BPJS dengan cepat dalam hitungan hari, kemudian baru dicairkan oleh Kemenkes.

Kemenkeu juga mendorong Kemenkes untuk mempercepat insentif tenaga medis untuk dokter spesialis, dokter umum, perawat, tenaga medis lainnya sejak penangangan COVID-19 dilaksanakan. Dalam acara yang sama, ia meng-update informasi bantuan sosial (bansos) seperti yang tercantum dalam Perppu No.1 Tahun 2020.

Perpu tersebut sedang di tahap konsolidasi internal di DPR mengenai waktu untuk segera dibahas dengan Pemerintah. Turunan Perppu tersebut juga sudah ditetapkan Perpres mengenai rincian APBN 2020 yang update dimana posisi fiskal APBN 2020 diarahkan untuk mendukung penanganan kesehatan, Jaring Pengaman Sosial (sosial safety net), dunia usaha secara kompreshensif dan relaksasi defisit fiskal 5,07 persen dari PDB.

Baca Juga  Ini masalah yang kerap terjadi pasca penerapan e-Tol

Dari sisi kesehatan, Kemenkeu telah menggelontorkan Rp3,3 triliun untuk penanganan COVID-19 yang diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) untuk disalurkan ke masyarakat. BNPB sebagai pemandu Gugus Tugas juga mempercepat pengadaan alat kesehatan (alkes). Mereka juga didampingi KPK untuk menjaga akuntabilitas.

“Kami dari Kementerian Keuangan untuk penanganan COVID-19 sudah mensupport dana awal 3,3 T yang dominan dipakai untuk kesehatan dan terkait. Anggaran sudah dilaksanakan BNPB,” kata Askolani. (HUMAS KEMENKEU/EN)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Sekretaris Dinas Kesehatan Jabar yang juga Wakil Ketua Divisi Pelacakan Kontak, Pengujian, dan Manajemen Laboratorium Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Siska Gerfianti.

Nasional

Jabar Targetkan 300 ribu Pengetesan COVID-19

Nasional

BIJB dibantu Pusat, Aher:Senang
Bupati Cirebon (tengah) memimpin jalannya rapat persiapan PSBB Kab Cirebon bersama Kepala SKPD dan Forkopimda. ARIFIN/AKSARAJABAR/SUMEDANGONLINE

Nasional

PSBB se Jabar, Cirebon Mulai Lakukan Persiapan

Nasional

Bus MS Ini Dilarang Bawa Penumpang, Alasannya …

Nasional

Sering Terkena Banjir, Kodam III Bantu Warga Baleendah
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas, Kamis (30/4).

Nasional

Pekerja Terkena PHK dan Dirumahkan Akan Masuk Program Kartu Prakerja Secara Bertahap

Nasional

Kapolda Jabar Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Agama
GUBERNUR Jabar Ridwan Kamil saat meninjau rapid test drive-thru Covid-19 di Bale Kota Bandung, Sabtu (4 April 2020). FOTO Humas Jabar

Nasional

Gubernur Ajak Warga Jabar Disiplin Cegah Penyebaran COVID-19