PENDIDIKAN, SUMEDANG

Masih PJJ, Dua Minggu Sekali Siswa SMPN 2 Tanjungkerta Setor Tugas Fisik ke Guru

Penulis: IWAN RAHMAT | Editor: Usep Adiwihanda
Salah sorang guru SMPN 2 Tanjungkera tengah memeriksa tugas yang disetor siswa dalam dua minggu sekali di sebuah kertas, Senin 5 Oktober 2020.
Salah sorang guru SMPN 2 Tanjungkera tengah memeriksa tugas yang disetor siswa dalam dua minggu sekali di sebuah kertas, Senin 5 Oktober 2020. | FOTO: IWAN RAHMAT/SUMEDANGONLINE

TANJUNGKERTA, SUMEDANGONLINE – Hingga kini, pembelajran tatap muka di sekolah belum berjalan. Sistem daring dan home visit, masih dijalankan untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ) dimasa pandemi covid-19 ini.

Seperti dilakukan di sumedangonline.com/tag/smpn-2-tanjungkerta/" rel="nofollow">SMPN 2 Tanjungkerta. Sesuai arahan Dinas Pendidikan Sumedang, pihaknya menjalankan sebagian dari tujuh metode PJJ yang disediakan. Mulai dari melalui aplikasi WhatsApp, home visit, classroom dan sebagainya.

“Hingga kini masih berjalan sesuai metoda yang dianjurkan Dinas Pendidikan Sumedang. Ini sudah disosialisasikan kepada orangtua siswa dan juga guru,” kata Wakasek Bidang Kurikulum sumedangonline.com/tag/smpn-2-tanjungkerta/" rel="nofollow">SMPN 2 Tanjungkerta, Isnandar kepada reporter SUMEDANGONLINE, Senin 5 Oktober 2020.

Namun begitu, ada tugas yang dikerjakan siswa SMPN 2 Tangjungkerja, yang disetor langsung kepada guru. Dimana tugas yang disampaikan guru melalui WhatsApp, voice note maupun classroom, dikerjakan siswa dalam sebuh kertas.

Baca Juga  Asset Bumdesma di Kabupaten Sumedang Tembus Rp93 Miliar

Tugas itu, kata Isnandar, disetorkan kepada guru, sebagai bukti fisik pembelajaran. Kemudian diperiksa  oleh para guru yang memberikan tugas  itu.

“Sistem pengumpulannya, kebetulan ada guru piket dan tiap guru kebagian dua hari (piket). Nanti para siswa menyetor tugas fisik itu ke orangtuanya, dan orangtuanya menyetor tugas itu ke sekolah. Atau bisa dititip ke guru yang dekat dengan lingkungannya,” tuturnya.

Baca Juga  FKDM dan Forkowas, Kupas Soal Terorisme dan Paham Radikalisme

“Pengumpulannya kita jadwal dua minggu sekali. Waktunya antara jam 13.00 sampai jam 14.30. Jam  pengumpulan itu diambil, karena pukul 08.00 sampai pukul 12.30 merupakan jam belajar siswa (secara daring). Dan pada jam itu, anak tidak boleh berkeliaran tetap harus belajar di rumah,” tukasnya. ***

Tinggalkan Balasan