Home / Nasional / Pilihan Redaksi

Rabu, 13 Januari 2021 - 09:44 WIB

Vaksin Sinovac Resmi Dinyatakan Halal Setelah Bio Farma Terima Sertifikat dari Kemenag

Kemenag secara resmi menyerahkan sertifikasi halal vaksin Covid-19 Sinovac kepada PT Bio Farma.

TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE KEMENAG RI SERTIFIKASI HALAL: Kemenag secara resmi menyerahkan sertifikasi halal vaksin Covid-19 Sinovac kepada PT Bio Farma.


JAKARTA – Keraguan akan kehalalan vaksin Sinovac akhirnya terjawab sudah. Setelah Kementerian Agama Republik Indonesia secara resmi menyerahkan sertifikasi halal vaksin Covid-19 Sinovac. Rabu, 13 Januari 2021.

Penyerahan dilakukan Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi kepada Direktur Utama PT Bio Farma (Persero).

“Atas nama Kementerian Agama, saya menyambut gembira terbitnya sertifikat halal vaksin Sinovac untuk Covid-19,” ungkap Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi dalam sambutannya sebagaimana disiarkan kanal YouTube Kemenag RI. Rabu, 13 Januari 2021.

Dikatakan dia, sertifikat hall telah diterbitkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Kemenag pada Selasa, 12 Januari 2021 dengan permohonan sertifikasi yang diajukan PT Bio Farma pada 14 Oktober 2020.

Baca Juga  Kang Emil Paparkan Rebana Metropolitan di Depan Menteri PPN/Bappenas

Adapun penerbitan sertifikasi halal ini, kata Zainut, berdasarkan ketetapan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Bersamaan dengan itu, BPOM juga telah merilis izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA)

“Penerbitan ini didasarkan penetapan kehalalan vaksin yang telah dikeluarkan oleh Komisi Fatwa MUI pada hari Senin (11/1/2021). Berdasarkan hal itu, BPOM juga telah merilis izin penggunaan darurat atas vaksin Sinovac ini,” tuturnya.

Baca Juga  Bawaslu Sumedang Siap Kawal Pemilu Jurdil

Dengan sertifikasi halal dan didukung uji klinis BPOM, Zainut menegaskan kepada seluruh masyarakat agar tidak ragu lagi untuk divaksinasi. Ia yakin melalui vaksinasi ini pandemi Covid-19 akan hilang dari Indonesia.

“Melalui fatwa MUI jelas bahwa vaksin Sinovac ini halal dan suci, tidak tercemar oleh hal-hal yang dilarang oleh syariat agama. Artinya, vaksin ini boleh digunakan oleh umat Islam dan umat beragama lainnya,” tukasnya. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

KABAR DARI GEDUNG NEGARA

Pesta Kembang Api Gagal di Jatigede, Ini Penjelasan Humas Pemda Sumedang

Pilihan Redaksi

Ini Harapan Pimpinan Al Masoem ke Dony-Erwan

Pilihan Redaksi

Konsolidasi Mesin Partai, Gerindra Mantaps Menangkan Eka-Agung

Pilihan Redaksi

Bupati Sumedang Tinjau Rencana Pembangunan Jalan Lingkar Utara Jatigede

Pilihan Redaksi

Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Yonif R-301 Sumbang Anak Yatim Piatu

Pilihan Redaksi

Sidalih 100 Persen, Ini yang Akan dilakukan KPU Sumedang Selanjutnya

Pilihan Redaksi

Ini Hasil Lengkap Pilkades Serentak di Kecamatan Darmaraja

BISNIS

Wow, kudung remaja paling laris di Rabbani