Menu

Mode Gelap

Nasional · 22 Feb 2021 22:07 WIB ·

Jabar Mulai Vaksinasi Tahap Kedua Rabu Ini, 4,4 Juta Lansia dan 2,1 Juta Petugas Publik

Reporter: Radio Raja FM | Editor: Fitriyani Gunawan


 Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rakor virtual persiapan vaksinasi tahap kedua bersama Menteri Kesehatan RI dan beberapa gubernur dari Gedung Pakuan Bandung Senin (22/2/2021). Perbesar

sumedangonline/Yogi P/Humas Jabar/SUMEDANG ONLINE
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rakor virtual persiapan vaksinasi tahap kedua bersama Menteri Kesehatan RI dan beberapa gubernur dari Gedung Pakuan Bandung Senin (22/2/2021).

KOTA BANDUNG — Jabar akan memulai vaksinasi tahap kedua Rabu (24/2/2021). Setelah nakes pada tahap pertama, target pada tahap kedua ini adalah lansia dan petugas publik.

Hingga Senin (22/2/2021) pagi, Satgas COVID-19 Jabar sedang menunggu kiriman vaksin dari pemerintah pusat dan diharapkan akan mulai didistribusikan ke kabupaten/kota Selasa (23/2/2021). Sehingga vaksinasi tahap kedua di Jabar bisa dilakukan keesokan harinya.

Pada tahap kedua ini Jabar menerima jatah vaksin 127.061 vial dengan perkiraan dosis mencapai 1.270.606. Kelompok lansia 60-70 tahun mendapat prioritas utama untuk disuntik disusul petugas publik.

Jumlah yang sudah terdata di Jabar ada 4.403.984 lansia yang jadi target, sementara petugas publik 2.195.215 orang. Sehingga total vaksinasi tahap kedua untuk sekitar 6,6 juta orang.

Dalam rakor virtual bersama Menteri Kesehatan RI dan beberapa gubernur dari Gedung Pakuan Bandung Senin (22/2/2021) pagi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengusulkan vaksinasi bagi lansia diprioritaskan di daerah rawan seperti Bogor – Depok – Bekasi.

“Kalau memang boleh diizinkan jatah lansia di Jabar kita akan fokuskan di zona-zona merah lansia di Bodebek yang kasusnya selalu ranking satu, dua, tiga,” ujarnya.

Dalam vaksinasi tahap kedua, Jabar akan melakukan kampanye yang lebih terarah dan tepat sasaran berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan. Sosialiasi, kata Ridwan Kamil, akan dilakukan dengan melihat demografi penduduk, entitas, dan agama.

“Kampanye pentingnya vaksin masih belum selesai. Saya meminta izin Pak Menkes, perlu kita melakukan kampanye berdasarkan demografi, ada berbasis etnisitas, dan juga agama,” sebut Kang Emil.

Menurut Gubernur, hal yang perlu ditekankan ke masyarakat yakni efektif membentuk imunitas tubuh sehingga angka kesakitan dapat dikurangi. “Ketika kita teknis vaksinasi kita harus ingat bahwa keyakinan mau divaksin itu ternyata baru setengahnya, sehingga kita perlu melakukan kampanye semaksimal mungkin kepada masyarakat,” tuturnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan lansia lebih difokuskan pada vaksinasi tahap kedua karena risiko kematiannya paling tinggi di antara kelompok lain. “Mereka adalah grup yang harus dilindungi terlebih dahulu. Dari yang sudah terpapar COVID-19, sebanyak 50 persen adalah lansia. Dari kematian yang sudah terpapar covid, 50 persen adalah lansia,” sebutnya.

Bersamaan dengan lansia, petugas publik juga akan menjadi sasaran. Termasuk ke dalam petugas publik seperti aparatur sipil negara, anggota TNI/Polri, pedagang pasar, pekerja seni dan pariwisata, dan sejenisnya.

“Karena setiap hari mereka bertemu dengan orang banyak,” lanjutnya.

Menteri meminta para pimpinan daerah mempercepat proses vaksinasi dengan metode sentra-sentra vaksin secara massal. Pemerintah, sebutnya, membutuhkan kerja sama penyediaan banyak tempat publik untuk vaksinasi massal. “Tapi tetap mengindahkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Di tingkat nasional sendiri vaksinasi sudah dimulai hari ini. Jutaan vaksin mulai didistribusikan ke provinsi yang akan disalurkan ke kabupaten/kota. Vaksinasi tahap kedua ditargetkan berakhir Juni 2021 sebelum nanti akan dilaksanakan vaksinasi tahap ketiga.

“Pada bulan Februari sebanyak 6,3 juta ke tiap provinsi vaksin dikirim dalam kemasan 10 suntikan, lebih besar sehingga memang seluruh tenaga kesehatan akan lebih efisien dalam pengambilannya,” tutupnya. ***

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Dony-Erwan Hadiri Malam Pisah Sambut Gubernur Jabar

7 September 2023 - 04:08 WIB

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan didampingi istri menghadiri acara Malam Refleksi Kepemimpinan Jabar Juara dalam rangka Pisah Sambit Gubernur Jawa Barat di Hotel Pullman Bandung. Selasa malam (5/9/2023).

Jabar Usulkan Inggit Garnasih Sebagai Pahlawan Nasional

17 Februari 2023 - 18:40 WIB

Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat: Ibu Inggit Garnasih Membersamai Bung Karno Saat Kondisinya Masih Susah

17 Februari 2023 - 18:33 WIB

Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil

Presiden Puji Keberhasilan Sumedang Turunkan Angka Stunting Bebasis Platform Digital

18 Januari 2023 - 13:30 WIB

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memuji keberhasilan Kabupaten Sumedang dalam menurunkan angka stunting berbasis platform digital.

Bupati Sumedang Beberkan Keberhasilan Turunkan Stunting di Rakornas Kepala Daerah

18 Januari 2023 - 13:00 WIB

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat menjadi narasumber pada Panel Ketiga Diskusi sebagai best practice penanganan stunting dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah dan Forkopimda yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Selasa (17/1/2023).

Mesjid Raya Al Jabbar Ikon Baru Jawa Barat di Kota Bandung

31 Desember 2022 - 18:29 WIB

Mesjid Al Jabbar di Gedebage, Kota Bandung, akhirnya diresmikan oleh Gubernur Ridwan Kamil sebagai Mesjid Raya Provinsi Jawa Barat, Jumat (30/12/2022).
Trending di Nasional