Menu

Mode Gelap

KESEHATAN · 25 Jul 2021 17:19 WIB ·

Kemenkes Terbitkan Edaran Percepatan Testing dan Tracing di Daerah PPKM

REPORTER: REDAKSI | EDITOR: REDAKSI

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan kepada Kepala Dinas Kesehatan baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia agar meningkatkan testing dan tracing di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

ISTIMEWA SE PERCEPATAN: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan kepada Kepala Dinas Kesehatan baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia agar meningkatkan testing dan tracing di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

SUMEDANGONLINE, Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan pada Kepala Dinas Kesehatan baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia agar meningkatkan testing dan tracing di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor : H.K.02.02/II/1918 /2021 tentang Percepatan Pemeriksaan dan Pelacakan Dalam Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang ditetapkan pada tanggal 23 Juli 2021.

“Surat edaran ini dimaksudkan untuk percepatan penanggulangan pandemi pada masa PPKM melalui penguatan pilar deteksi dengan pelaksanaan peningkatan jumlah pemeriksaan dan pelacakan kontak,” kata Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu.

Maxi menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari percepatan penemuan kasus terkonfirmasi maupun kontak erat kasus positif COVID-19, sehingga bisa dilakukan penanganan sedini mungkin dengan harapan dapat menekan terjadinya kasus perburukan maupun kematian.

“Penguatan testing dan tracing ini, akan diutamakan bagi wilayah-wilayah dengan mobilitas masyarakat dan tingkat penularan kasusnya tinggi, sehingga dengan mengetahui kasus lebih cepat, maka bisa segera dilakukan tindakan-tindakan untuk mengurangi laju penularan virus,” tuturnya.

Baca Juga  Dinkes Sumedang Gelar Baksos Go To School

Dalam aturan tersebut merinci bahwa daerah yang masuk kategori PPKM Level 3 dan 4 diperbolehkan menggunakan hasil pemeriksaan tes Rapid Antigen (RDT-Ag) sebagai diagnosa untuk pelacakan kontak erat maupun suspek, dan bisa juga dipakai sebagai data dukung dalam pengajuan klaim COVID-19.

Penggunaan RDT Antigen diutamakan bagi daerah yang alat diagnosisnya terbatas, sehingga hasilnya bisa diketahui lebih cepat dan tes dapat dilakukan secara masif sehingga dapat mempercepat tracing.

Seseorang yang teridentifikasi sebagai kontak erat baik yang bergejala maupun tidak bergejala, diwajibkan mengikuti pemeriksaan entry dan exit test. Apabila pemeriksaan RDT-Ag di hari pertama hasilnya negatif, dilanjutkan dengan tes swab PCR pada hari kelima (exit test). Bagi daerah yang tidak ada fasilitas lab PCR, pelaksanaan exit test bisa menggunakan RDT-Ag.

Di samping penguatan testing, Kemenkes juga akan memperketat penanganan kontak erat. Seluruh kontak erat dari kasus terkonfirmasi harus di karantina sampai hasil tes menyatakan negatif agar tidak menjadi sumber penularan di tengah masyarakat.

Baca Juga  Sepekan PPKM, Wabup Sumedang Menilai Mulai Efektif Tekan Penyebaran Covid-19

“Untuk meningkatkan pelacakan kontak, seluruh orang yang tinggal serumah dan bekerja di ruangan yang sama dianggap kontak erat serta wajib dilakukan pemeriksaan (entry test) dan karantina,” ujar Maxi.

Selain mengidentifikasi seluruh orang yang memiliki riwayat interaksi langsung dengan kasus positif, pelacakan kontak erat juga akan diidentifikasi dari orang-orang yang satu perjalanan, satu kegiatan keagamaan/sosial (seperti takziah, pengajian, kebaktian, pernikahan), dan riwayat makan bersama.

Jika dalam proses pelacakan ditemukan kasus terkonfirmasi positif COVID-19, maka pasien dengan gejala ringan dan tidak bergejala akan langsung diisolasi di tempat isolasi terpusat yang telah disediakan. Sementara, pasien gejala sedang dan berat akan dibawa ke fasilitas layanan kesehatan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. (HUMAS KEMENKES/UN)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 61 kali

Baca Lainnya

Bupati Sumedang Targetkan 4 Ribu Anak Tervaksin pada Februari 2022

11 Januari 2022 - 11:50 WIB

Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir saat meninjau vaksinasi untuk Anak Usia 6-12 tahun di SD Islam Terpadu As-Samadani, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Selasa, 11 Januari 2022.

Sekda Sumedang: Target Stunting Dua Tahun ke Depan Dibawah Satu Digit

20 Desember 2021 - 17:35 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman saat memberikan keterangan pada wartawan usai Rakor Penyusunan Review Kinerja Intervensi Stunting 2021 di Sapphire City Park Sumedang, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Senin, 20 Desember 2021.

Dinkes Sumedang Sosialiasi Updaya Penurunan Angka Stunting

15 Desember 2021 - 18:33 WIB

Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang menggelar implementasi Gernas dan komitmen penurunan stunting bersama forum Baraya, di hotel Puri Khatulistiwa, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Waspada, Hipertensi Penyakit Tak Menular Tapi Penyebab Tertinggi Kematian di Indonesia

8 November 2021 - 12:16 WIB

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa, H. Aan Sugandi saat foto bersama dengan para jurnalis. Senin, 8 November 2021.

Lima Minuman Menyehatkan Mampu Meningkatkan Metabolisme Tubuh

31 Oktober 2021 - 15:47 WIB

Minuman Sehat

Tiga Jenis Minuman Ini Bisa Bantu Turunkan Kolesterol Jahat

25 Juli 2021 - 09:54 WIB

Kadar kolesterol tinggi dapat memicu penyakit jantung.
Trending di KESEHATAN