Menu

Mode Gelap

KESEHATAN · 16 Mar 2022 05:33 WIB

Ini Alasan Pemerintah Tak Terburu-buru Lakukan Transisi dari Pandemi ke Endemi

Reporter: Redaksi | Editor: Redaksi


 Ini Alasan Pemerintah Tak Terburu-buru Lakukan Transisi dari Pandemi ke Endemi Perbesar

Ilustrasi/SUMEDANG ONLINE
Ini Alasan Pemerintah Tak Terburu-buru Lakukan Transisi dari Pandemi ke Endemi

SUMEDANG ONLINE – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemerintah tidak terburu-buru untuk menyatakan transisi memasuki endemik.

Pasalnya proses transisi menuju normalisasi endemi itu artinya bukan berarti kasus Covid-19 tidak ada sama sekali tapi tetap kasus itu akan ada.

“Untuk menghilangkan sebuah penyakit itu membutuhkan waktu yang lebih panjang, tentunya kita harus bersiap untuk terus berdampingan dengan Covid-19,” kata dr. Siti Nadia Tarmizi pada konferensi pers secara virtual di Jakarta. Selasa (15/3/2022).

Dikatakan dia, saat ini Indonesia masih dalam kondisi pandemi Covid-19 dengan banyaknya tren indikator pengendalian pandemi yang terus menunjukkan ke hal yang positif.

Indonesia sudah mulai bersiap-siap membuat langkah menuju ke arah endemi.

Transisi endemi marupakan suatu proses dimana periode dari pandemi menuju ke arah endemi dengan sejumlah indikator, antara lain laju penularan harus kurang dari 1, angka positivity rate harus kurang dari 5%, kemudian tingkat perawatan rumah sakit harus kurang dari 5%, angka fatality rate harus kurang dari 3%, dan level PPKM berada pada transmisi lokal level tingkat 1. Kondisi – kondisi ini harus terjadi dalam rentang waktu tertentu misalnya 6 bulan.

Tentunya indikator maupun waktunya masih terus dibahas oleh pemerintah bersama dengan para ahli untuk menentukan indikator yang terbaik untuk kita betul-betul mencapai ke arah kondisi endemi.

“Yang paling penting pada saat endemi, walaupun kasusnya ada, dia tidak akan mengganggu kehidupan kita seperti saat ini di mana hampir aktivitas – aktivitas kehidupan kita, kehidupan sosial, kehidupan beragama, pariwisata ini tidak terganggu dengan adanya kasus COVID-19,” ucap dr. Nadia.

Saat ini Indonesia sudah dalam proses transisi perubahan pandemi menjadi endemi. Proses transisi itu sejalan dengan kebijakan pelonggaran-pelonggaran yang diputuskan pemerintah.

Pelonggaran tersebut dilakukan dengan menurunkan level PPKM menjadi level 2, menghapuskan antigen dan PCR sebagai syarat melakukan perjalanan domestik menggunakan transportasi laut, darat maupun udara bagi masyarakat yang sudah vaksin hingga dosis ke-2.

Pemerintah juga menurunkan jangka waktu karantina bagi masyarakat yang melakukan perjalanan luar negeri, dari yang sebelumnya karantina 14 hari menjadi 7 hari, kemudian 3 hari, hingga saat ini menjadi 1 hari. ***

Artikel ini telah dibaca 47 kali

Baca Lainnya

Jelang Idul Adha, Diskanak Sumedang: Waspadai Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan Kurban

12 Juni 2024 - 20:43 WIB

Petugas Kesehatan Hewan pada Diskanak Sumedang saat melakukan pemeriksaan Kesehatan hewan di Pasar Hewan Tanjungsari. Rabu, 12 Juni 2024.

Pj. Bupati Sumedang Resmikan Gedung UPTD Puskesmas Rawat Inap Cisitu

7 Juni 2024 - 18:01 WIB

Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli usai meresmikan Gedung UPTD Puskesmas Rawat Inap Cisitu, Jumat (7/6/2024).

Cara Menghilangkan Beruntusan yang Ampuh

14 Juli 2023 - 09:46 WIB

Ilustrasi

Dinkes Sumedang Imbau Stop Konsumsi Ciki Ngebul

16 Januari 2023 - 14:58 WIB

Banner imbauan untuk tidak mengonsumsi Ciki Ngebul.

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Dinkes Sumedang Lakukan Pengawasan di Pos Pelayanan Kesehatan Perbatasan

26 April 2022 - 10:51 WIB

Kepala Bidang P2P Dinkes Sumedang Reny K Anton

Bagaimana Cara Mencegah Gangguan Pencernaan Saat Puasa Ramadhan?

2 April 2022 - 11:28 WIB

Masalah gangguan pencernaan kerap menyerang siapa saja
Trending di KESEHATAN