Menu

Mode Gelap

Pilihan Redaksi · 13 Agu 2022 18:36 WIB ·

PHBN Darmaraja dan Madara Gelar Lomba Nyangu, Istri Wabup Terpesona Lihat Prosesnya

Reporter: Fitriyani Gunawan | Editor: Fitriyani Gunawan


 Prosesi menyalakan api di tungku saat lomba nyangu tradisional. Perbesar

Asep Sofian/Canvas Sumedang/SO/SUMEDANG ONLINE
Prosesi menyalakan api di tungku saat lomba nyangu tradisional.

SUMEDANGONLINE – Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Kecamatan Darmaraja dan Masyarakat Adat Darmaraja (Madara) menggelar lomba nyangu (menanak nasi) tradisional. Acara yang dibuka istri Wakil Bupati Sumedang Hj. Samantha Dewi Erwan digelar pada Sabtu, 13 Agustus 2022.

Samantha terlihat takjud dengan sejumlah peserta yang turut terlibat dalam acara tersebut, bahkan tak segan-segan Ketua Perwosi Kabupaten Sumedang itu pun turut ambil bagian dia mencoba menapi beras dan ngakeul sangu.

“Kegiatan yang bagus dan perlu terus dilestarikan,” ujar Samantha.

Camat Darmaraja, Widodo Heru Prasetyawan menyebutkan menanak nasi dengan cara tradisional memiliki banyak keunggulan selain dari nasinya yang enak juga secara kesehatan juga baik.

“Lomba nyangu ini kita laksanakan terbuka di Pendopo Kecamatan Darmaraja, tujuannya untuk mengedukasi kaum milenial, sebab diprediksi banyak kaum milenial yang tidak tau teknis menanak nasi ala orang tua dulu,” kata Widodo.

Tokoh masyarakat adat di Kecamatan Darmaraja Agus menyebutkan, menana nasi dengan cara tradisional memiliki beberapa tahapan diantaranya prosesnya dimulai dari mengambil beras di goah (gudang), napian (memilah beras), kemudian dilakukan pembilasan dengan air yang mengalir agar beras lebih bersih dari kotoran dan debu. Selanjutnya proses ngaronan, ngarih lalu mematangkan beras yang setengah matang tersebut menjadi nasi yang sempurna.

Peralatan yang digunakan juga cukup banyak, sedikitnya ada 5 jenis peralatan inti untuk menanak nasi pada jaman dulu, Dandang, Kukusan bambu atau masyarakat menyebutnya aseupan, tungku api, dulang kayu dan kipas bambu.

“Selain prosesnya yang cukup lama alat-alatnya juga cukup unik, hampir semua terbuat dari bahan kayu dan bambu,”katanya.

Agus memprakirakan banyak remaja sekarang yang tidak mengenali satu per satu alat menanak nasi pada jaman dulu, sebab anak jaman sekarang cukup memasak nasi dengan alat modern dan dibantu oleh aliran listrik.

“Saya berharap ada upaya untuk tetap melestarikan budaya tradisional, mulai dari peralatan sampai tehnik memasak nasi jaman dulu jangan sampai punah,”katanya. ***

Artikel ini telah dibaca 28 kali

Baca Lainnya

Melalui Program SAMAWANA, Pj. Bupati Sumedang Sumbang Bibit Ayam Ternak

22 Juni 2024 - 03:43 WIB

Yudia Ramli selaku Pj. Bupati Sumedang menyerahkan langsung bibit ayam ternak tersebut saat saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Cimalaka. Jum'at (21/6/2024).

Pj Bupati Sumedang Puji Program SAMAWANA, Berharap Dapat Diikuti Kecamatan Lainnya

21 Juni 2024 - 20:26 WIB

Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli saat meninjau pengelolaan perkebunan pisang di Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka dalam program Sehari Bersama Warga nu Nyata Mangpaatna (SAMAWANA). Jumat (21/6/2024).

Peringatan 2 Tahun SCC, Diisi Pasar Seni Ekonomi Kreatif Sumedang 2024

21 Juni 2024 - 15:21 WIB

Penjabat Bupati Sumedang, Yudia Ramli, hadir dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-2 Gedung Sumedang Creative Center (SCC). Kamis, 20 Juni 2024.

Pj Bupati Sumedang, Apresiasi Kinerja Satpol PP, Satlinmas dan Damkar

20 Juni 2024 - 16:24 WIB

Seremonial Pemusnahan Rokok Ilegal dan Minuman mengandung ethil Alkohol di Lapang Upacara Pusat Pemerintahan Sumedang. Kamis, 20 Juni 2024.

Peringatan HUT SatpolPP di Sumedang, Rokok Ilegal dan Miras Dimusnahkan Kerugian Negara Tembus Rp12 M

20 Juni 2024 - 16:09 WIB

Seremonial Pemusnahan Rokok Ilegal dan Minuman mengandung ethil Alkohol di Lapang Upacara Pusat Pemerintahan Sumedang. Kamis, 20 Juni 2024.

Kemasan Daging Kurban di Sumedang Pakai Bongsang Tahu

18 Juni 2024 - 22:44 WIB

Bongsang Tahu jadi alat kemasan Daging Kurban di Masjid Agung Sumedang.
Trending di SUMEDANG