PAD Sumedang Baru Biayai 20 Persen Kebutuhan, Wabup Ingatkan Masih Banyak Potensi Pajak Belum Tertagih

Sosialisasi Pajak Daerah Dalam Rangka Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah serta Intensifikasi Dana Bagi Hasil Pusat dan Pajak Provinsi

Sosialisasi Pajak Daerah Dalam Rangka Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah serta Intensifikasi Dana Bagi Hasil Pusat dan Pajak Provinsi, di Islamic Center Sumedang. Senin, (12/8/2022).
Iwan Rahmat/SO/SUMEDANGONLINE
Sosialisasi Pajak Daerah Dalam Rangka Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah serta Intensifikasi Dana Bagi Hasil Pusat dan Pajak Provinsi, di Islamic Center Sumedang. Senin, (12/8/2022).

SUMEDANGONLINE – Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Sumedang Rohana menyebutkan jika saat ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Sumedang baru menopang kurang dari 20 persen kebutuhan-kebutuhan yang ada di Kabupaten Sumedang,

Sementara sisanya sebanyak 80 persen berasal dari dana transfer pemerintah pusat dan provinsi.

“PAD kita menopang kurang dari 20 persen, 80 persennya terdiri dari dana dana transfer dari pemerintah pusat dan provinsi sehingga perlu ada peningkatan PAD,” ujar Rohana saat Sosialisasi Pajak Daerah Dalam Rangka Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah serta Intensifikasi Dana Bagi Hasil Pusat dan Pajak Provinsi, di Islamic Center Sumedang. Senin, (12/8/2022).

Baca Juga  Ini baru kejutan, SMKN Situraja dapat dua mobil dari Kemendikbud

Dia berharap dengan adanya kegiatan tersebut para peserta yang terdiri dari para Kepala OPD, Ketua Forum Camat dan APDESI, Ketua APINDO, PHRI, KADIN, IPAT, Ketua Forum Bumdes, dan para Kepala Seksi Pelayanan Publik di Kecamatan dapat memahami kaitan dengan pengelolaan pajak daerah maupun dana bagi hasil pajak.

“Yang pada intinya bisa meningkatkan pendapatan daerah kabupaten Sumedang, karena dengan peningkatan pendapatan daerah kabupaten Sumedang bisa membiayai kegiatan-kegiatan maupun pembangunan di Kabupaten Sumedang,” imbuhnya.

Baca Juga  Deadlock sampai jam 3 pagi, KPU Purwakarta Tolak Pendaftaran Rustandi-Dikdik

Dikatakan dia, dalam upaya intensifikasi penerimaan pajak daerah, Bappenda telah melakukan upaya peningkatan kualitas pelayanan dengan membuat aplikasi layanan dan kerjasama dengan berbagai pihak.

“Kami buat layanan SIAPDOL, E Layanan PBB P2, dan kerjasama antara BJB, Bumdes dan koperasi sebagai agen Poin Paymen Online Bank (PPOB), pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) di MPP dan pengawasan wajib pajak antara Bappenda dengan KPP Pratama,” ujarnya.

Wakil Bupati Erwan Setiawan mengharapkan melalui kegiatan tersebut para peserta lebih memahami dan mempraktikan ketika di lapangan.

Baca Juga  Ini Tanggapan Komisi III DPRD Sumedang Berkait Adanya Penolakan Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja

Wabup juga mengharapkan potensi PAD yang ada bisa digali, karena saat ini PAD belum optimal dan masih banyak kebocoran dan masih banyak objek pajak yang belum tertagih seperti restoran, hotel dan tempat wisata.

“Tolong dimaksimalkan, kerjasama dengan stakeholder terkait lainnya, kita jangan terpaku dengan angka yang ditargetkan, masih banyak yang potensi PAD yang perlu kita gali,” ujar wabup. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK