34 Perusahaan Buka Lowongan Kerja di Acara Job Fair Sumedang 2024

Yudia Ramli selaku Pj. Bupati Sumedang saat meninjau langsung Bursa Kerja / Job Fair Tahun 2024 di Lapangan Upacara Halaman Belakang PPS. Selasa, 25 Juni 2024.
Iwan Rahmat/SUMEDANGONLINE
Yudia Ramli selaku Pj. Bupati Sumedang saat meninjau langsung Bursa Kerja / Job Fair Tahun 2024 di Lapangan Upacara Halaman Belakang PPS. Selasa, 25 Juni 2024.

SUMEDANG – Pj. Bupati Sumedang berharap dari adanya event Job Fair 2024 yang digelar di Halaman Belakang Pusat Pemerintah Sumedang dapat berdampak pada penurunan angka pengangguran dan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sumedang.

“Saya juga ada sedikit surprise; karena ternyata di Sumedang ini banyak perusahaan perusahaan yang terbuka. Sehingga tidak diam-diam untuk menerima pencari kerja, terbuka di sini (Sumedang). Ini luar biasa. Dan ini adalah bagian dari program di pemerintah daerah, untuk mengurangi angka pengangguran, kemudian menurunkan kemiskinan. Dan, Pemda sedang getol untuk menghapuskan kemiskinan ekstrim,” ujar Yudia Ramli selaku Pj. Bupati Sumedang pada awak media usai membuka Bursa Kerja / Job Fair Tahun 2024 di Lapangan Upacara Halaman Belakang PPS. Selasa, 25 Juni 2024.

Pj. Bupati Sumedang pun memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang, apalagi kegiatan tersebut diikuti oleh 34 perusahaan baik perusahaan yang ada di Sumedang maupun luar Sumedang yang bisa menampung pekerja hingga 14 ribu orang.

“Ini kegiatan luar biasa ya. Sangat positif untuk mempertemukan antara calon pencari tenaga kerja dengan perusahaan di fasilitasi oleh Pemerintah Daerah. Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena ini kegiatan yang konkret dan riil. Saya juga bisa melihat di sini dari si pencari kerja dipersilakan mencari pekerjaan sesuai dengan minatnya kita tidak mengarahkan kemana dan silakan saja,” imbuhnya.

Meski demikian sebut Pj. Bupati Sumedang, tidak dipungkiri terkait pendidikan masih menjadi salahsatu kendala, lantaran masih ada perusahaan yang memiliki kualifikasi pendidikan tertentu. Sehingga solusinya, sebut dia, Sumedang harus memiliki program yang simultan, terintegrasi, holistik dalam penanganan kemiskinan dari mulai pendidikan, asupak, hingga kompetensinya.

“Setelah saya keliling ada juga keluhan dari penerima kerja (perusahaan) yang dia membutuhkan kualifikasi pendidikan tertentu; kalaupun tidak tertentu, minimal SMA. Tapi ada yang masih pendidikannya di bawah SMA, karena ini memang ini diantaranya untuk masyarakat miskin ekstrem. Terkadang memang kendalanya adalah kita ingin mempekerjakan yang usia produktif itu, kendalanya di Pendidikan. Sehingga Sumedang ini harus simulatan, harus terintegrasi, harus holistik di dalam penanggulangan kemiskinan itu. Dari mulai pendidikannya, asupannya, pola asuhnya, kompetensinya dan sebagainya,” pungkas dia. ***

Halaman: 1 2 Lihat Semua
Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak