SUMEDANG, 28 Juli 2025 – Momen pelantikan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Senin (28/7), menjadi momen haru sekaligus penuh makna bagi Ayu Mey Wulandari, praja muda asal Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Ayu tak kuasa menahan air mata saat resmi dilantik bersama 1.110 praja IPDN angkatan XXXII lainnya.
Berbeda dengan rekan-rekannya yang didampingi orang tua, Ayu harus menjalani prosesi sakral ini tanpa kehadiran kedua orang tuanya yang telah meninggal dunia sebelum dirinya masuk IPDN. Ia hanya ditemani adik kandung dan pamannya yang setia memberikan dukungan.
“Ayah dan ibu sudah meninggal sebelum saya masuk ke IPDN. Sekarang ditemani Pakde dan adik saya. Saya berharap pencapaian ini dapat menjadi balasan atas perjuangan mereka di masa lalu,” ungkap Ayu usai pelantikan.
Ayu mengisahkan perjalanan panjangnya untuk bisa menginjakkan kaki di kampus pamong tersebut. Ia harus mengikuti seleksi masuk IPDN sebanyak tiga kali, yakni pada tahun 2019, 2020, dan 2021. Baru di tahun ketiga, keberuntungan berpihak padanya.
“Tiga kali daftar. Alhamdulillah tahun terakhir diterima. Saat itu saya tidak memberitahu siapa pun saat tes, dan ternyata itu jadi rezeki saya,” katanya.
Kini, setelah resmi dilantik, Ayu menyatakan kesiapannya untuk mengabdi sebagai ASN di manapun ia ditempatkan, meskipun jika diberi pilihan, ia ingin pulang ke kampung halamannya.
“Kalau bisa memilih, tentu ingin ditempatkan di daerah asal. Tapi sebagai pamong praja muda, saya siap ditugaskan di mana saja,” tuturnya.
Pelantikan para praja dilakukan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, mewakili Presiden Prabowo Subianto yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, Mendagri menegaskan bahwa para lulusan IPDN harus menjadi agen perubahan dan pendorong tata kelola pemerintahan yang profesional di seluruh penjuru negeri.
“Sebanyak 1.110 praja muda IPDN dilantik menjadi ASN tahun ini. Mereka harus mampu membawa semangat reformasi birokrasi dan pelayanan publik yang berkualitas,” ujar Tito.
Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan kampus IPDN di berbagai wilayah sebagai upaya pemerataan dan peningkatan kualitas ASN secara nasional. IPDN saat ini memiliki kampus di Papua (Jayapura), Sulawesi Utara dan Selatan, NTB, Kalimantan Barat, Sumatera Barat (Bukittinggi), serta Jatinangor, Jawa Barat.
“Saya berharap kuota IPDN bisa ditambah. Kebutuhan ASN, terutama di daerah-daerah seperti Sumatera, sangat besar. Seratus lulusan dari Bukittinggi tentu belum mencukupi,” tambahnya.
Dengan pelantikan ini, Ayu Mey Wulandari dan rekan-rekannya resmi mengemban tanggung jawab baru sebagai abdi negara, dengan harapan dapat memberi kontribusi nyata bagi bangsa dan masyarakat. (**)
