Indeks

KIM Sumedang Diminta Jadi Penyaring Informasi dan Lawan Hoaks

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan pentingnya peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai penyampai informasi yang akurat, objektif, dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi media sosial. Penegasan tersebut disampaikan saat penyerahan bantuan peralatan audio visual bagi Kelompok Informasi Kecamatan di Ruang Tamu Bupati, Pusat Pemerintahan Sumedang, Kamis (21/5/2026).
Istimewa/KIM/SUMEDANGONLINE
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan pentingnya peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai penyampai informasi yang akurat, objektif, dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi media sosial. Penegasan tersebut disampaikan saat penyerahan bantuan peralatan audio visual bagi Kelompok Informasi Kecamatan di Ruang Tamu Bupati, Pusat Pemerintahan Sumedang, Kamis (21/5/2026).

SUMEDANG, Kamis (21 Mei 2026)Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan pentingnya peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai penyampai informasi yang akurat, objektif, dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi media sosial. Penegasan tersebut disampaikan saat penyerahan bantuan peralatan audio visual bagi Kelompok Informasi Kecamatan di Ruang Tamu Bupati, Pusat Pemerintahan Sumedang, Kamis (21/5/2026).

Menurut Bupati Dony, perkembangan media sosial yang sangat cepat membawa manfaat dalam percepatan penyebaran informasi. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga memicu penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan disinformasi apabila tidak dibarengi dengan literasi digital yang baik.

“Karena itu KIM harus hadir menjadi bagian yang memberikan informasi yang akurat, objektif, dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Kalau ingin tahu benar atau tidaknya sebuah informasi, cek ke KIM,” ujar Dony.

Ia berharap KIM mampu menjadi arus utama informasi di tengah masyarakat sekaligus menjadi penghubung antara pemerintah dengan warga dalam menyampaikan berbagai persoalan di lapangan.

Menurutnya, banyak kebijakan pemerintah yang lahir dari masukan anggota KIM karena mampu mendeteksi persoalan yang luput dari perhatian pemerintah.

“Yang luput dari pemerintah bisa cepat terdeteksi oleh KIM. Ini sangat membantu pemerintah dalam mengambil langkah cepat,” katanya.

Dony juga menyoroti rendahnya tingkat literasi digital masyarakat di tengah tingginya penggunaan media sosial di Indonesia. Kondisi itu dinilai kerap memicu penyebaran informasi palsu maupun komentar negatif tanpa memahami isi informasi secara utuh.

“Sekarang orang baru baca judul sudah langsung berkomentar. Padahal belum tentu isi beritanya sesuai. Maka saya selalu bilang, saring sebelum sharing. Sharing kalau sudah sure,” ujarnya.

Ia mengingatkan penyebaran informasi bohong atau fitnah dapat berdampak panjang karena terus menyebar kepada banyak orang. Oleh sebab itu, KIM diharapkan tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat melalui kreativitas dan inovasi.

“KIM harus terus meningkatkan kreativitas dan menjadi penyaring informasi di tengah media sosial yang semakin bebas dan masif,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Dony menegaskan dirinya terbuka terhadap kritik dari masyarakat dan memandang kritik sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan kinerja pemerintah.

“Kalau ada kritik, saya selalu bilang hatur nuhun. Itu bahan evaluasi dan perbaikan bagi kami. Jangan baper menghadapi kritik,” katanya.

Ia juga meminta anggota KIM tetap objektif dalam menilai pembangunan dengan melihat perubahan kondisi sebelum dan sesudah program dijalankan.

“Nilailah secara objektif, lihat before dan after. Jangan menilai dari satu kekurangan lalu digeneralisasi semuanya buruk,” ujarnya.

Bupati berharap bantuan peralatan audio visual yang diberikan pemerintah dapat meningkatkan kualitas pelayanan informasi KIM kepada masyarakat.

“Saya berharap bantuan ini bermanfaat dan berdampak baik bagi masyarakat Sumedang. Informasi dari KIM bisa menjadi jalan hadirnya solusi bagi masyarakat,” katanya. (Fitriyani)

Exit mobile version