Sumedang – Pemerintah Kabupaten Sumedang terus mendorong gerakan Teras Hejo sebagai upaya pemanfaatan lahan pekarangan rumah. Program ini disosialisasikan secara luas sesuai dengan edaran Bupati Sumedang. Hal tersebut disampaikan Dr. H. Tono Suhartono saat menghadiri peresmian Coffee & Forest Gunung Kunci, Sumedang.
Menurut Tono, Teras Hejo merupakan langkah sederhana namun strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga. “Pemanfaatan pekarangan dengan tanaman sayuran, termasuk cabai yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat Sunda, dapat membantu menghemat pengeluaran. Ini juga bagian dari upaya menurunkan angka kemiskinan,” jelasnya.
Lebih jauh, Tono menyebutkan bahwa gerakan ini tidak hanya untuk rumah tangga, tetapi juga akan diperluas ke lingkungan sekolah. Bahkan, pada Oktober 2025 mendatang akan digelar Lomba Teras Hejo tingkat Sekolah Dasar, dengan penyerahan hadiah bertepatan dengan upacara Hari Guru pada November 2025.
“Sejak dini anak-anak perlu ditanamkan edukasi pemanfaatan lahan pekarangan. Meski kecil, sejengkal tanah pun jika dimanfaatkan akan memberikan nilai tambah, baik bagi kesejahteraan maupun kesehatan keluarga. Harapannya, budaya ini bisa melekat hingga dewasa,” tambah Tono.
Selain di sekolah, gerakan Teras Hejo juga sudah berjalan melalui lomba antar desa dan kelurahan se-Kabupaten Sumedang, yang melibatkan 277 desa dan kelurahan. Hasil perlombaan rencananya akan diumumkan langsung oleh Bupati Sumedang pada upacara Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2025.
Dengan adanya program ini, Pemkab Sumedang berharap Teras Hejo dapat menjadi budaya baru masyarakat dalam mengelola pekarangan secara produktif, bernilai ekonomis, sekaligus menumbuhkan kebanggaan keluarga atas kemandirian pangan.***
