Makanan ringan terbuat dari beras ketan, bisa ditemui tidak hanya saat Lebaran atau hajatan. Jika ingin opak, kini tinggal datang saja ke toko-toko makanan. Pasti sudah tersedia penganan dari beras ketan dan kelapa yang matangnya dibakar ini. Penganan yang rasanya renyah dan gurih ini terbuat dari nasi ketan yang ditumbuk sampai halus dan parutan kelapa. Setelah dicampur, dibuat bulatan kecil dan ditekan dengan alat khusus hingga berbentuk bundar dan pipih. Opak berdiameter kira-kira tujuh sentimeter itu kemudian dijemur sampai kering ditengah terik matahari. Setelah kering, opak dibakar di atas bara arang. Opak yang mentahnya berwarna putih itu berubah menjadi cokelat tua dan siap disantap. Renyah dan gurih rasanya. "Opak paling enak itu kalau dijemur dan dikeringkan dengan sinar matahari, opak lebih renyah. Tapi kalau cuaca mendung, dipanaskan dengan menggunakan oven," kata Dudang Adikana (45), pemilik opak ODED. Merek opak ODED tak lain kepanjangan dari "opak Dudang enak dimakan". Saat ini rasa opak banyak rasanya. Selain dari rasa orisinal, juga aneka rasa telah diciptakan. "Tahun 2002 kami berinovasi dengan membuat rasa baru opak dan ternyata mendapat sambutan dari konsumen," kata Agung Gunawan (27), staf Opak ODED, di gerainya. Ia menyebutkan, opak itu kini memiliki rasa ikan, terasi udang, bawang, manis, sampai rasa stroberi. "Sekarang banyak pilihan rasanya, tapi kebanyakan yang suka itu tetap saja opak dengan rasa orisinal," kata Agung. Setiap bulan bisa terjual tiga ton opak ODED siap makan dalam kemasan. Untuk memenuhi pesanan dan ketersedian opak, perusahaan opak ODED harus mencari beras ketan kualitas tinggi sampai ke Jawa Tengah. "Dari 100 kg beras ketan yang diolah akan dihasilkan 80 kg opak siap makan dalam kemasan," kata Dudang. Saat ini di Conggeang ada lebih dari 25 pengusaha opak dengan merek berbeda-beda. Rata-rata mereka memproduksi dan menjual 500 kg sampai 1 ton setiap bulannya. Harga opak juga bervariasi tergantung besar kecilnya bungkusan. Bungkusan kecil harganya Rp 9 ribu, kemudian bungkusan besar Rp 20.000 dan kalau dikemas dus atau bungkusan besar harganya Rp 50.000 per kemasan (tribunnews.com)/SUMEDANG ONLINE

Rasakan Sensasi Opak Rasa Stroberi

Makanan ringan terbuat dari beras ketan, bisa ditemui tidak hanya saat Lebaran atau hajatan. Jika ingin opak, kini tinggal datang saja ke toko-toko makanan. Pasti sudah tersedia penganan dari beras ketan dan kelapa yang matangnya dibakar ini. Penganan yang rasanya renyah dan gurih ini terbuat dari nasi ketan yang ditumbuk sampai halus dan parutan kelapa. Setelah dicampur, dibuat bulatan kecil dan ditekan dengan alat khusus hingga berbentuk bundar dan pipih. Opak berdiameter kira-kira tujuh sentimeter itu kemudian dijemur sampai kering ditengah terik matahari. Setelah kering, opak dibakar di atas bara arang.

Opak yang mentahnya berwarna putih itu berubah menjadi cokelat tua dan siap disantap. Renyah dan gurih rasanya. “Opak paling enak itu kalau dijemur dan dikeringkan dengan sinar matahari, opak lebih renyah. Tapi kalau cuaca mendung, dipanaskan dengan menggunakan oven,” kata Dudang Adikana (45), pemilik opak ODED. Merek opak ODED tak lain kepanjangan dari “opak Dudang enak dimakan”.

Saat ini rasa opak banyak rasanya. Selain dari rasa orisinal, juga aneka rasa telah diciptakan. “Tahun 2002 kami berinovasi dengan membuat rasa baru opak dan ternyata mendapat sambutan dari konsumen,” kata Agung Gunawan (27), staf Opak ODED, di gerainya.

Ia menyebutkan, opak itu kini memiliki rasa ikan, terasi udang, bawang, manis, sampai rasa stroberi. “Sekarang banyak pilihan rasanya, tapi kebanyakan yang suka itu tetap saja opak dengan rasa orisinal,” kata Agung.

Setiap bulan bisa terjual tiga ton opak ODED siap makan dalam kemasan. Untuk memenuhi pesanan dan ketersedian opak, perusahaan opak ODED harus mencari beras ketan kualitas tinggi sampai ke Jawa Tengah. “Dari 100 kg beras ketan yang diolah akan dihasilkan 80 kg opak siap makan dalam kemasan,” kata Dudang.

Saat ini di Conggeang ada lebih dari 25 pengusaha opak dengan merek berbeda-beda. Rata-rata mereka memproduksi dan menjual 500 kg sampai 1 ton setiap bulannya. Harga opak juga bervariasi tergantung besar kecilnya bungkusan. Bungkusan kecil harganya Rp 9 ribu, kemudian bungkusan besar Rp 20.000 dan kalau dikemas dus atau bungkusan besar harganya Rp 50.000 per kemasan (tribunnews.com)