DAERAH  

Kejari, Belum Telusuri Korupsi Pasar Ujungjaya

Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumedang belum melakukan pemeriksaan terhadap dugaan penyelewengan dalam proyek pasar Ujungjaya. Padahal pasar tersebut sudah lama dibangun dan disinyalir ada dugaan korupsi.

KOTA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumedang belum melakukan pemeriksaan terhadap dugaan penyelewengan dalam proyek pasar Ujungjaya. Padahal pasar tersebut sudah lama dibangun dan disinyalir ada dugaan korupsi.

“Kami belum melakukan pemeriksaan, kalau Pasar Jatigede, sedang puldata dan pulbaket,” kata Yopi, Kasi Pidsus Kejari Sumedang.

Pasar Ujungjaya dibangun pada tahun 2009 lalu dengan anggaran senilai Rp 900 juta, sekitar Rp 200 juta lebih dana tersebut kembali ke kas negara dan sisanya mencapai lebih dari RP 700 juta digunakan untuk pembangunan pasar.

Baca Juga  PKK, Harus Dapat Mensejahterakan Keluarga

Kabid Pasar Disperindag Kabupaten Sumedang, Deni Hanifah, belum beroperasinya pasar Ujungjaya karena belum ada pelaku usaha yang berminat, lain dari itu para pedagang lama pun enggan pindah, alasannya karena pasar baru belum memiliki fasilitas penunjang.

Baca Juga  Jatigede, 29 anak SD terancam tak fokus belajar

“Kita telah mengupayakan berbagai cara agar pasar Ujungjaya, dapat segera beroperasi. Termasuk dengan mengadakan kegiatan mingguan seperti pasar malam, tapi anggapannya masih sama, termasuk pedagang lama mereka enggan menempati karena belum tersedia fasilitas umum,” kata Deni.

Baca Juga  Mumuh: 35 Dalang yang Mampu Bertahan

Dikatakan Deni, Disperindag sendiri kurang menyetujui pembangunan pasar baru Ujungjaya dan lebih menyarankan untuk merenopasi pasar lama,”kalau merenovasi pasar lama hanya akan menghabiskan dana paling banyak sekitar Rp 500 juta sesuai dengan program dari Kementerian Koperasi dan UMKM,” lanjut Deni.(dar/sumeks)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK