Aksi Damai Wartawan Sumedang

Wartawan Sumedang Jalan Kaki dari Alun-Alun Sumedang ke Mapolres Sumedang. Foto:Zenni

KOTA – Sejumlah wartawan dari berbagai media yang bertugas di wilayah Kabupaten Sumedang, siang tadi mendatangi Mapolres Sumedang. Aksi para pewarta itu dalam rangka menyampaikan penolakan kriminalisasi terhadap hasil karya jurnalis.

Aksi dilakukan buntut dari “penangkapan serta intrograsi” jajaran Satreskrim Mapolres Sumedang pada awak media Sumedang Ekspres, Selasa (17/04) lalu. Saat itu, kru Harian Pagi Sumedang Ekspres -Sumek sapaanya- tidak kecuali Menejer koran dimaksud “digiring” ke Mapolres Sumedang setelah mengikuti karnaval dalam memeriahkan Hari Jadi kabupaten Sumedang. Berdasarkan informasi penangkapan itu berawal ketika mobil hias yang digunakan kru Sumeks, memperlihatkan hasil karya edisi 4 April, salahsatu headline-nya berjudul “Oknum Polisi Ngamuk” dipasang dalam bentuk kliping koran berukuran besar.

Baca Juga  PU, Akhirnya Bawa Alat Berat

Krisna Supriatna, koordinator aksi mengatakan, aksi ini adalah aksi damai, intinya dikatakan Kris -sapaannya- sebagai wujud penolakan adanya tindakan kekerasan terhadap profesi Jurnalis. Kejadian kekerasan terhadap wartawan menurut Kris, kerap terjadi. Lanjutnya, sudah waktunya para jurnalis menunjukan ke publik, serta pihak terkait, bahwa segala bentuk intimidasi harus segera dihentikan.

Baca Juga  Pelaku Pembunuhan di Cisagasari Masih Tetangga Korban

“Kekerasan terhadap wartawan sering kali terjadi, maka sudah waktunya kita menunjukan kepada Publik serta pihak terkait khususnya di Kabupaten Sumedang, bahwa hal itu segera dihentikan. Sekarang mari kita mengajak kepada semua pihak untuk saling menghormati profesi masing-masing, guna meminimalisir adanya tindakan-tindakan yang dapat mempengaruhi jalannya bentuk informasi yang dihasilkan oleh para Jurnalis ini ke depan,” kata wartawan ANTV wilayah Sumedang itu.

Sebelum melakukan jalan kaki untuk mendatangi Mapolres Sumedang. Peserta aksi damai itu, sebelumnya berkumpul di alun-alun Sumedang, tepat di tugu sejarah yang merupakan kebanggaan masyarakat serta pemerintah Sumedang. Di sekitar tugu lingga itu,semua wartawan tadi melepaskan ID Card-nya masing masing untuk dikumpulkan di tengah tengah lingkaran dupa yang dibakar sambil berdoa. Hal ini dilakukan tidak lain guna mempererat rasa solidaritas wartawan yang bertugas diwilayah Sumedang tanpa memangdang media harian, mingguaan, ataupun wartawan elektronik. Namun yang ada adalah satu kata,yaitu Wartawan Sumedang.(teguh)

Baca Juga  Gakin di Buahdua Belum Terima Balsem

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK