CIMANGGUNG – Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) tak transparan, sejumlah warga di Kampung Bunter RT 01 RW 03 Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung, berencana akan menutup proyek yang berada di belakang PT Coca-Cola AmatilIndonesia.
“Warga kami, merasa kecewa dengan adanya proyek itu, apalagi tak ada warga kami yang dipekerjakan. Inikandaerah kami, jadi wajar ada basa-basi dulu ke warga,” ujar tokoh masyarakat setempat, H Udung, Minggu (21/10).
Pria 61 tahun itu, menyebutkan pekerjaan yang baru rampung sebagian itu, selama proses pembangunan tak pernah melakukan sosialisasi ke warga di sekitarnya. “Malah, minta ijin pun tidak pernah,” kata Udung.
Kejadian tersebut menurut Udung, pernah dilaporkan ke pemerintah kecamatan, namun hingga saat ini belum ada tanggapan. Dikataka Udung, warga setempat khawatir jika pembangunan TPT tak tepat sasaran. “Nanti kalau terjadi tebing tembok roboh yang menjadi korban warga sini,” ungkapnya.
Ia menyebut jika semua pihak tak tanggap terhadap keluhan warganya tak menutup kemungkinan warga akan menyetop paksa proyek TPT.
Keterangan berbeda dikatakan Kepala Desa Cihanjuang, Yuyus, saat dikonfirmasi Sumeks, ia mengaku jika proyek tersebut tidak ada masalah. “Jika memang ada warga merasa proyek tersebut bermasalah. Silakan saja tanyakan langsung ke pemegang proyeknya sebab pihak desa tak ada kaitan dengan proyek tersebut,”jelasnya. (kos)

