Politik

HES : PPP Bukan Lagi Partai Konservatif

WADOAdanya seorang kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dicalonkan partai lain untuk maju menjadi wakil Bupati Sumedang pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Sumedang, tak akan mengancam stabilitas kader PPP, untuk tetap memenangkan pasangan HES-HADE.

H Endang Sukandar

Hal itu dikatakan langsung calon Bupati Sumedang yang diusung gabungan partai PPP dan Demokrat, Endang Sukandar, usai mengikuti giat Konsolidasi Partai dan Pelatihan Management Kampanye, Kader Pokja PPP Kabupaten Sumedang, di Kecamatan Wado, Kamis (20/12).

Endang memandang dicalonkannya kader PPP oleh partai lain sebagai bukti jika PPP yang selama ini dianggap sebagai partai konservatif dan tertutup justru terbukti paling dinamis. “Itu ciri bahwa PPP itu sangat konservatif, yang selama ini image-nya PPP itu konservatif dan tertutup, justru sekarang terbukti paling dinamis. Kan orang semacam, Pak Hendrik dicalonkan partai lain, itu bagus,” ujar Endang Sukadar, ke Sumedang Ekspres, kemarin.

Kaitan dengan surat peringatan yang dikirim PPP ke Hendrik, menurut Endang, hal itu merupakan etika dalam berorganisasi yang memiliki aturan main. “Peringatan itu diberikan, karena ada beberapa aturan main yang dilanggar yang bersangkutan, kalau dari sisi mencalonkan itu boleh-boleh saja,” tandasnya.

Kaitan dengan nomor urut tujuh, Endang tak terlalu mempersoalkan hal itu, menurutnya semua nomor menurut pandangannya baik. “Angka semuanya baik, tergantung bagaimana kita mengisi seperti telah disampaikan dalam teori tabularasa, bagaimana kita akan membuat tujuh ini akan ber-maslahat atau mudhorot, kita yang akan menentukannya. Bagi saya nomor berapa pun baik, hanya kebetulan nomor tujuh ini ada sekelompok masyarakat yang mempunyai pengertian-pengertian khusus dan itu tak melanggar, jadi saya biarkan saja,” terangnya.

Disinggung keoptimisan untuk memenangkan Pemilukada Sumedang, Endang mengaku dirinya sangat optimis. “Sebagai seorang calon. Saya harus optimis, mau bagaimana pasukan saya, kalau sayanya sendiri tak optimis. Saya optimis sambil berserah diri pada Allah,” tegasnya.

Keoptimisan untuk menang dalam Pemilukada kali ini sebut Endang, karena dirinya mempunyai pengalaman kalah pada Pemilu 2008. Strategi pemenangan pemilukada kali ini sebutnya, tak jauh berbeda dengan pada pemilu lalu, ia lebih condong untuk mengintensifkan silaturahmi langsung dengan masyarakat. “Strategi relative sama, saya lebih menitik beratkan silaturahmi, masuk kampung keluar kampung, masuk gang keluar gang. Itu tak lain hanya untuk silaturahmi. Jangankan mau Pilkada semacam ini, silaturahmi itu kan dianjurkan oleh agama itu yang pertama. Yang kedua etikanya, kepada pemilik kedaulatan ada terucapkan, saya minta izin doa restu. Karena pemilik kedaulatan itu masyarakat. Dalam UUD, setelah direvisi tak diwakilkan lagi pada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tapi langsung ke masyarakat. Etikanya ada satu pribahasa; mipit kudu amit ngala kudu menta. Hade ku omong, gorong ku omong,” pungkasnya.(ign)

💬 Satu komentar

⚠️ Pemberitahuan: Isi komentar merupakan tanggung jawab penuh pemberi tanggapan. Redaksi Sumedang Online tidak bertanggung jawab atas isi atau dampak yang ditimbulkan dari komentar yang dikirimkan.

Tinggalkan Tanggapan

Exit mobile version