SUMEDANG – Peringatan Hari Buruh Internasional (may day) di kabupaten Sumedang tak hanya diperingati kaum buruh saja tapi juga berbagai elemen turut terlibat. Wartawan Pokja Polres Sumedang menggelar acara color run berupa jalan sehat yang dimulai dari pertigaan Unpad depan Masjid Al Jabar hingga pertigaan Kiara Payung sepanjang lebih kurang 3 kilometer.
Sekira 2.300 peserta turut memeriahkan acara tersebut. Mereka berjalan kaki dengan terus ditaburi serbuk warna warni sehingga membuat acara makin meriah. Perwakilan kaum buruh Dedeng Safulrohman berharap, nasib buruh ke depan jauh lebih baik dari hari ini.
“Berharap kedepannya ada perubahan dalam peningkatan kesejahteraannya. Namun hal yang lebih penting lagi dorongan / suport dari pemerintah sendiri yaitu, di kabupaten Sumedang
harus lebih memperhatikan kaum buruhnya, yang ada di kabupaten Sumedang,” kata Dedeng pada reporter Sumedang Online di sela acara (1/5/2018).
“Dan kami selaku kaum buruh perlunya tingkat kesejahteraan dinaikan yaitu, upah Minimum (UMK). Selain itu juga angka keseimbangan harga sembako yang sangat tinggi ( melambung ), membuat daya beli masyarakat berkurang, karena dampak dari tingkat sejahteranya,” lanjutnya.
Untuk itu mereka berharap peran penting pimpinan daerah sebagai penentu kebijakan dan sarana pendorong bagi kaum buruh yang notabe bekerja di perusahaan yang ada di Sumedang.
Dia pun turut mengapresiasi kinerja wartawan di Sumedang khususnya yang tergabung dalam Pokja Polres Sumedang.
“Semoga kegiatan menjadi berkah bagi semuanya,” tutupnya.
Ketua pelaksana kegiatan, Ade Hadeli pewarta Galamedia menyebutkan, May Day Color Run digagas para pewarta bekerja sama dengan Polres Sumedang. Tak lain guna merubah mindset May Day yang identik diisi dengan demo, bisa diisi dengan kegiatan yang bersipat sehat dan fun.
“Kita sudag diskusikan dengan pihak Polres terkait kegiatan ini. Dan Pihak Polres merespon dengan baik. May Day dalam pandangan masyarakat kadang diidentikan dengan aksi. Nah kita rubah mindset masyarakat agar peringatan May Day bisa terkesan gembira,” ujar Ade.
Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo menyebutkan kegiatan may day sebenarnya tahun tahun sebelumnya sudah sering dilakukan akan tetapi untuk tahun ini untuk di Sumedang, dia berharap may day dapat nembawa berkah pada masyarakat sekitar.
“Saya mencoba meruba mindset, karena may day itu identik dengan kemacetan, identik dengan unjuk rasa. Kami dari Polres Sumedang juga didukung TNI dan Pemkab Sumedang juga diinisiasi wartawan Pokja Polres Sumedang membuat sesuatu yang berbeda. Artinya may day ini juga harus sehat dengan sehat ini buruh bisa meningkatkan produktivitas kerjanya.
Dikatakan Hartoyo respon dari pihak buruh pun sangat menyambut baik dengan adanya gelaran tersebut. “Diawal kita hanya menargetkan seribuan buruh, tapi h minus satu banyak permintaan. Sehingga kita mencetak kupon lagi dan hari ini ada lebih dari 2.300 peserta,” tutupnya. ***UYA
