Home / Pilihan Redaksi / SENI DAN BUDAYA

Minggu, 29 Juli 2018 - 02:38 WIB

Saat di Alun-alun Sumedang Doel Sumbang Ngaku Merinding, Ini Alasannya



SUMEDANGONLINE, Sumedang Kota – Biduan Pop Sunda Doel Sumbang mengaku hingga saat ini kreativitasnya dalam mencipta dan menyanyikan lagu masih terus berjalan. Meskipun industri rekaman terutama yang ditransfer ke keping CD dan DVD saat ini kurang menjanjikan. Saking banyaknya pembajakan.

“Saya masih merilis album. Bahkan baru-baru ini, saya mengeluarkan mini album. Karena isinya hanya lima lagu, berisi lagu lagu cinta yang berkaitan dengan wisata ada Karangkamulyan, ada Karangbolong Pangandaran,” kata Doel Sumbang pada SUMEDANGONLINE usai sebuah acara di Alun-alun Sumedang, Sabtu (28/7/2018).

“Tetapi saya tidak mencetak fisik; seperti CD atau lainnya. Karena memang, kondisi industri kita sangat tidak baik. Pembajakannya tidak bisa diatasi, sehingga secara bisnis sangat merugikan,” lanjutnya.

Meski demikian dirinya mengaku masih bisa berkreasi dengan mengobinasikan dengan era teknologi digital.

“Saya punya teman-teman yang memperjuangkan, bisa diupload atau di dengar di versi versi digital,” ungkapnya sambil menyebut sejumlah penyedia jasa digital.

Baca Juga  Ketersediaan Pangan di Kabupaten Sumedang, Bappppeda: Aman

“Jadi kreativitas itu; tidak bisa dihentikan, dan produksi juga tidak bisa dihentikan. Tapi saya bingung pakai media mana sekarang kita? Beruntungnya di era digital ini kita mempunyai banyak pilihan, yang serba murah, serba gratis. Malah seperti sosmed, misalkan untuk promosi YouTube, misalkan. Dan itu, buat saya sangat menyenangkan,” tambahnya.

Lalu kenapa dia merinding saat tiba di Alun-alun Sumedang. Usut punya usut Doel, terkesima dengan ribuan penonton yang larut dengan lagu lagu yang dibawakannya dulu. Namun, sampai sekarang seolah masih abadi.

Sebagai informasi dalam acara Napak Jagat Pasundan (NJP) yang digelar di area Alun-alun Sumedang, sesak dengan penonton. Beruntung panitia menyediakan tiga layar lebar.

“Acara ini, seakan melestarikan karya karya saya. Kita, bisa lihat tadi, biar peristiwa tadi yang menjawab bagaimana lagu Ai, Lagu Kali Merah, Pangandaran, misalkan. Arti Kehidupan, masih hidup. Padahal umur lagu itu sudah hampir setengah abad lebih. Dan saya ingat seorang musisi besar, Almarhum Harry Rusli; dulu bilang, bahwa sebuah karya, eksistensinya akan diuji dan dijawab oleh waktu bukan oleh sensasi atau berita, bukan. Tapi oleh waktu. Sampai berapa panjang, sampai sekarang pun kalau saya bawakan lagu Mumun, lagu Sumedang itu, kok orang masih nyanyi kan. Bahkan yang nyanyi bukan seratus orang, bisa ribuan orang.”

Baca Juga  Harga Sayuran Anjlok, Tomat Dijual Rp 500 Per Kilogram

“Dan saya yang merinding. Bukan penonton yang merinding, malah saya. Itu yang saya syukuri dari kejadian ini. Karena paling tidak, ketika penonton masih hapal karya kita sekarang, apalagi anak kecil. Maka dapat dipastikan umur eksistensi lagu 20 tahun mendatang masih berjaya,” ujarnya. *** FITRI

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan saat memberikan keterangan pers usai membuka sekaligus memberikan arahan pada Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pelaku UMKM di Kabupaten Sumedang di Hotel Hanjuang Hegar Cimalaka Sumedang. Rabu 5 Agustus 2020.

Pilihan Redaksi

Kabupaten Sumedang Lakukan Mutasi Besar-besaran

Pilihan Redaksi

Bawaslu Sumedang Ajak Masyarakat untuk Mengawasi Jalannya Pemilu

Pilihan Redaksi

Pengedar Narkotika jenis shabu dibekuk Polres Sumedang

Pilihan Redaksi

Ini Lokasi Testing CPNS untuk Kabupaten Sumedang
Calon Jamaah Haji asal KBIH An-Nuur Sumedang, Jawa Barat, Indonesia saat berada di Makkah. FOTO DOKUMEN 2018.

Pilihan Redaksi

860 Calon Jamaah Haji Asal Sumedang Bakal Gagal Berangkat

Pilihan Redaksi

Polisi Amankan 20 Remaja yang Tawuran di Sumedang, Gara-gara Medsos
Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kadu Desa Ganeas, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang, terpantau sepi. Ahad, 24 Mei 2020.

Pilihan Redaksi

Hari Pertama Lebaran, TPU Astana Kadu Ganeas Sumedang Sepi Penziarah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang sudah terlihat tiba di lokasi tanah longsor di KM 7 Subang, di Betulan Dusun Neglasari, Desa Sukamaju, Kecamatan Rancakalong, Senin 6 April 2020.

Pilihan Redaksi

Butuh Alat Berat Percepat Penanganan Tanah Longsor di Jalan Provinsi Sumedang-Subang