SUMEDANG ONLINE – Pusat kajian Antropologi Fisip Universitas Indonesia (UI) dan Asosiasi Pengukur Curah Hujan Indramayu menggelar kegiatan Warung Ilmiah Lapangan Membangun Jejaring Kerjasama antara Petani, Ilmuwan dan Penyuluh dalam Menyebarluaskan dan Melembagakan Pembelajaran, di Kampung Toga Sumedang, Rabu (30/08/2018).
Peserta lokakarya dihadiri seluruh UPT Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan se Kabupaten Sumedang, kelompok tani kecamatan se Kabupaten Sumedang, penyuluh pertanian, petugas pengamat pengendali organisme pengganggu tanaman.
Dari ke 7 layanan iklim dalam warung ilmiah lapangan yaitu panduan pengujuran curah hujan harian, panduan pengamatan agro ekosistem harian, analisis dan evaluasi hasil panen, pengorganisasian warung ilmiah lapangan oleh petani secara mandiri, perumusan dan penyebaran “skenario musiman”, menyampaikan pengetahuan baru dan panduan eksperimen petani.
Guru besar antropologi juga selaku Koordinator program inovasi UI prof. Dr Yunita T winarto mengatakan program inovasi oleh Universitas Indonesia dalam rangka kontribusi sebagai ilmuwan untuk membantu petani di Indonesia menghadapi konsekuensi perubahan iklim yang semakin tidak menentu maka ada alatnya pengujuran suhu udara yang begitu praktis mudah dan murah sekitar menghabiskan sebesar 60 ribuan.
Kabid tanaman pangan Aef Sunyoto mengatakan dengan diadakannya kegiatan tersebut sangat menarik karena, ini merupakan program baru yang akan diterapkan nanti di Kabupaten Sumedang, sehingga harus benar- benar terserap dan dipahami yang disampaikan para narasumber kepada para peserta yang mengikutinya. (iwan)

