Home / PENDIDIKAN / Pilihan Redaksi

Senin, 24 September 2018 - 02:39 WIB

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Disebut Solusi Bagi Honorer K2

Mendikbud Muhadjir Effendy mendampingi KSP Moeldoko pada konferensi pers di Bina Graha, Jakarta, Jumat (21/9) sore. (Foto: Jay/Humas)

KONPERS-DI-KSP: Mendikbud Muhadjir Effendy mendampingi KSP Moeldoko pada konferensi pers di Bina Graha, Jakarta, Jumat (21/9) sore. (Foto: Jay/Humas)


[DESK]Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengimbau para guru tenaga honorer kategori II (KII) guru untuk kembali ke sekolah masing-masing, membina, mengasuh, mengantar anak-anak didiknya kembali.

“Jadi saya mohon agar tidak ada lagi keinginan-keinginan di luar tugas profesionalnya sebagai guru untuk menyampaikan aaspirasi ini karena aspirasinya insyaallah sudah diperhatikan oleh pemerintah dan sudah dicari jalan keluarnya,” kata Mendikbud di Gedung Bina Graha, Jakarta, Jumat (21/9) sore.

Pernyataan Mendikbud Muhadjir Effendy itu disampaikan setelah Presiden Joko Widodo dalam rapat internal Jumat (21/9) siang memberikan solusi dalam mengatasi masalah tenaga honorer KII, khususnya terkait profesi guru honorer.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin menyampaikan, pemerintah memberikan solusi terkait masalah tenaga honorer KII ini.

Baca Juga  SMK Pertanian Cimalaka, Raih ISO

Selain diberikan kesempatan mengikuti seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), tenaga honorer KII juga diberikan kesempatan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dengan jangka waktu sampai usia pensiun.

Selain itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, karena untuk menjadi P3K ada proses seleksi, maka pemerintah juga menyiapkan kesejahteraan bagi tenaga honorer yang tidak berhasil lolos seleksi P3K, yaitu diberikan honorarium sesuai Upah Minimum Regional (UMR).

Solusi Terbaik

Mendikbud Muhadjir Effendy bersyukur karena pemerintah memberikan solusi terbaik bagi para tenaga honorer KII.

“Alhamdulillah pada sore hari ini sudah ada solusi untuk mengatasi masalah yang cukup laten dalam kaitannya dengan posisi guru, khususnya guru-guru honorer. Mudah-mudahan ini adalah solusi yang terbaik yang akan bisa kita laksanakan,” ucap Mendikbud.

Baca Juga  Seminar tata kelola dana desa bagi pemerintahan desa

Mendikbud mengapresiasi apa yang telah diputuskan oleh Presiden dengan memberikan kuota yang sangat besar tahun ini untuk guru.

“Ini saya kira adalah menunjukkan tingkat kepedulian yang cukup tinggi. Pemerintah ini sebetulnya memperhatikan nasib dan masa depan guru di Indonesia karena 112.000 guru yang akan direkrut melalui jalur rekrutmen PNS dan kemudian masih akan disusul dengan melalui jalur PPPK/P3K, saya kira adalah suatu langkah yang cukup serius, bahkan sangat serius pemerintah dalam memperhatikan keberadaan guru kita,” pungkas Mendikbud. (FID/JAY/ES)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Kapolres Sumedang: Pancasila Rumah Kita

JATINANGOR

Waspada! aksi kejahatan mengintai

Pilihan Redaksi

Doamu-Esa Menang, Koalisi Semut Merah Gelar Syukuran

Pilihan Redaksi

[TMMD105] Warga Paseh Bantu TNI Kumpulkan Batu
Sekretaris Dinas Koperasi Dinas Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Kabupaten Sumedang, Deni Tanrus, menyebutkan warga Pasar Sandang Sumedang merasa terbantu dengan adanya program relaksasi dan penangguhan kredit perbankan.

Pilihan Redaksi

Adanya Penangguhan Kredit Perbankan, Deni Tanrus: Warga Pasar Merasa Terbantu

FEATURE & OPINI

Bisakah Sumedang menjadi Benchmark Kampung Kreatif Nasional?

Pilihan Redaksi

HUT ke-72 Persit, Makodim 0610/Sumedang Gelar Donor Darah

Asian Games

Sambut Asian Games, 1.800 Peserta Meriahkan Sepeda Nusantara