SUMEDANG — Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Sumedang menggelar kegiatan Pembinaan Tenaga Pendidik dan Kependidikan yang dirangkaikan dengan Pelantikan Kepala Madrasah, Minggu (31/01/2026), di Aula Pusat Pemerintahan Sumedang.
Acara dibuka secara resmi oleh Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Kabupaten Sumedang, Dr. Dian Sukmara, mewakili Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir. Kegiatan juga menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Suherman, Guru Besar Bimbingan dan Konseling Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
Tema pembinaan yang diusung adalah “Mendidik Dengan Cinta: Menjadi Guru yang Tak Hanya Mengajar Isi Buku, Tapi Mengukir Karakter di Dalam Kalbu”, menekankan pentingnya peran guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter peserta didik.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua LP Ma’arif PWNU Jawa Barat Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Sumedang Dr. Dadan Rahadian, jajaran pengurus PCNU Kabupaten Sumedang, serta ratusan guru dan tenaga kependidikan.
Pelantikan Kepala Madrasah
Pelantikan kepala madrasah dipimpin langsung oleh Ketua PCNU Kabupaten Sumedang, KH. Idad Isti’dat. Kepala madrasah yang dilantik antara lain:
Taufiq Budi Prasetyo, S.Pd – MA Ma’arif Tanjungsari
Iin Fauziah, S.Pd.I – MTs Riyaadul Falaah
Lomrah Holisoh, M.Pd – RA Rahayu
Sawabi Ihsan Ibnu Fadli, S.Pd.I – RA Al Badruniyah
Boy Davied Dianal Faza, S.Pd.I – MI Nagrak
Oting Zakiah, S.Pd.I – RA Al Mubarokah
Tujuan dan Peserta
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja LP Ma’arif NU Sumedang untuk penguatan tata kelola kelembagaan, peningkatan profesionalisme guru dan kepala sekolah, serta penguatan nilai-nilai ke-Ma’arif-an dan ke-NU-an.
Sebanyak 350 guru dan tenaga kependidikan dari seluruh satuan pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU mengikuti kegiatan ini dan memperoleh sertifikat pembinaan senilai 20 JP.
Pesan Ketua LP Ma’arif NU Sumedang
Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Sumedang, H. Nuroni Octora, menegaskan bahwa menjadi guru Ma’arif bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hati dan jiwa. Guru Ma’arif memikul amanah mulia, menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan keteguhan akidah, serta menjadi benteng terakhir akhlak anak-anak di tengah derasnya arus informasi.
“Di era kecerdasan buatan (AI), peran guru tetap tidak tergantikan. AI bisa menjawab pertanyaan, tapi tidak bisa menggantikan cinta dan nilai kemanusiaan dalam pendidikan,” ujarnya.
Apresiasi Pemerintah Daerah
Sementara itu, Asda Pemkesra Kabupaten Sumedang, Dr. Dian Sukmara, menyampaikan apresiasi atas kontribusi LP Ma’arif NU dalam dunia pendidikan. Menurutnya, LP Ma’arif memiliki potensi besar karena berakar kuat di masyarakat.
“Jika mampu mensinergikan kultur masyarakat dengan profesionalisme guru, Ma’arif akan menjadi lembaga pendidikan yang istimewa dan berbeda dari yang lain,” kata Dian. Ia berharap LP Ma’arif NU Sumedang terus bergerak maju, berintegritas, dan menjadi pilar penting dalam mencetak generasi berkarakter di Kabupaten Sumedang.***










