SUMEDANG — Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, Dr. Dadan Rahadian, memberikan arahan tegas dan penuh semangat saat mewakili Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumedang dalam kegiatan Pembinaan Tenaga Pendidik dan Kependidikan yang dirangkaikan dengan Pelantikan Kepala Madrasah di lingkungan LP Ma’arif NU Kabupaten Sumedang, Minggu (01/02/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Pusat Pemerintahan Sumedang dan dihadiri ratusan guru, tenaga kependidikan, kepala madrasah, serta pengurus LP Ma’arif.
Dalam sambutannya, Dadan menegaskan bahwa madrasah dan sekolah di bawah naungan LP Ma’arif seharusnya menjadi lembaga pendidikan unggulan yang diminati masyarakat. Menurutnya, Nahdlatul Ulama (NU) memiliki basis massa besar, sehingga idealnya sekolah Ma’arif tidak perlu kesulitan menarik siswa.
“Kalau masing-masing keluarga NU menyekolahkan satu anak saja ke Ma’arif, insya Allah sekolah sudah penuh. Tapi persoalannya, kenapa mereka tidak menyekolahkan anaknya ke Ma’arif? Ini harus menjadi bahan introspeksi kita bersama,” tegasnya.
Dadan menekankan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Ma’arif hanya dapat tumbuh jika guru dan kepala madrasah menjalankan tugas secara profesional, bahkan melebihi standar yang ditetapkan.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan, mengingat guru adalah pembelajar sepanjang hayat. Menurutnya, di era digital, keteladanan guru tidak bisa digantikan teknologi. “Pembelajaran dengan contoh, adab, dan sikap hormat kepada guru dan sesama, itu ruh pendidikan Ma’arif dan NU,” ujarnya.
Dari data yang dihimpunnya selama tujuh bulan menjabat, Dadan menemukan masih ada peserta didik di jenjang MI dan MTs yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Ia menekankan bahwa tujuan pendidikan adalah mencetak peserta didik yang cerdas intelektual dan mahir membaca Al-Qur’an.
Selain itu, Dadan menegaskan bahwa LP Ma’arif adalah mitra strategis Kementerian Agama dalam membangun madrasah unggul dari RA hingga MA. Ia mengaitkan peran Ma’arif dengan visi NU dan pemerintah dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, terutama dalam mewujudkan madrasah unggul, integratif, ramah anak, serta berdaya digital.
“Peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari lembaganya sendiri, dari perencanaan yang baik, tata kelola yang baik, dan guru yang baik. Perubahan harus dimulai dari kita, dari gurunya, dari kepala madrasahnya. Bergerak, bangkit, dan terus meningkatkan kualitas,” pungkas Dadan.***










