SUMEDANG – Mobil pemadam kebakaran yang kondisinya masih rusak dipaksa untuk dapat memadamkan api yang membakar sebuah rumah toko (Ruko) di RT 01/8, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, sekira pukul 00.15 dini hari, Kamis, 3 Januari 2019.
Imbasnya, pada situasi yang urgen itu malah kendaraan pemadam tersebut mogok. Warga dan petugas pun terbagi konsentrasinya, antara memadamkan api dan mendorong mobil.
Pantauan Sumedang Online, warga dan petugas berusaha mendorong mobil pemadam yang mogok untuk mencapai lokasi. Padahal jarak normal antara tempat kejadian perkara dan kantor pemadam kebakaran tidak terlalu jauh, namun sayangnya karena kendaraan mogok proses pemadaman sepertinya banyak terkendala.
Warga dan petugas berharap pemerintah segera dapat menganggarkan untuk perbaikan mobil pemadam tersebut. Karena keberadaannya memang sangat dibutuhkan.
Seorang petugas yang enggan namanya ditulis membenarkan sejumlah kendaraan damkar yang mogok masih dipaksa beroperasi.
“Dan setiap ada kebakaran kendaraan harus di dorong dulu. seperti yang terlihat seperti sekarang ini, usai memadamkan api. Walaupun tidak semua kendaraan rusak, tapi menghambat untuk beroperasi, dan sejauh ini pemda sendiri masih kurang perhatian ditambah masih minimnya jumlah kendaraan. Hal ini juga dikeluhkan warga yang merasa ikut mendorong kendaraan damkar. Ketika memanggil dan usai memadamkan api,” ujarnya.
Selain itu, sebut dia, kebanyakan para petugas pun status kepegawaiannya masih honorer. “Yang bagian mematikan api itu rata rata masih honorer jarang yang PNS,” curhatnya.
Apalagi sebut dia, risiko yang dihadapi oleh mereka memang terbilang besar. “Seyogyanya harus dapat perhatian, karena setiap ada kebakaran pasti harus ada kendaraan yang didorong,” jelasnya.
Sebelumnya mereka juga pernah melakukan aksi unjukrasa, meminta perbaikan sarana dan prasarana Damkar termasuk nasib mereka, namun sejauh ini belum mendapat tanggapan baik dari Pemerintah Kabupaten Sumedang.
Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan sementara rumah yang dihuni penjual sayuran dan konter HP itu terbakar akibat arus pendek listrik. Api dapat dipadamkan sejam kemudian setelah empat unit pemadam kebakaran, tiba. Petugas dibantu warga serta merta memadamkan api, agar tidak merembet ke bangunan lain.
“Tapi untuk penyebab pastinya, masih dalam penanganan kepolisian,” kata Udin pada Sumedang Online di lokasi kejadian.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta. [Suhaya]

