Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Jumat, 30 Agustus 2019 - 16:58 WIB

Desa Wisata di Jatigede Masih Wacana?



SUMEDANG.ONLINE, KOTA– Perencanaan Pemerintah Daerah Sumedang dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dalam pembangunan daerah wisata di kawasan bendungan Jatigede dinilai masyarakat terkena dampak kurang cepat tanggap. Terutama berkaitan dengan penanggulangan dan pemulihan ekonomi di kawasan tersebut.

Pasalnya menurut Ade Giwang, tokoh masyarakat di Jatigede, pasca penggenangan setidaknya ada empat desa yang semula diwacanakan akan dijadikan sebagai Kawasasan Ekonomi Khusus (KEK) terutama pada sektor wisata. Ke-empat desa itu di antaranya Desa Karangpakuan, Jeunjing, Pakualam dan Jemah.

Di lokasi tersebut sebut dia, banyak sekali masyarakat yang kehilangan mata pencaharian sebagai petani. Hal itu terungkap dalam Forum Group Discussion yang digelar di Kantor Pemerintah Kabupaten Sumedang, Kamis, 29 Agustus 2019.

Sementara itu pada kesempatan itu perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan BBWS memaparkan sejumlah siteplan berkaitan dengan rencana design paruwisata. Dalam pertemuan itu pun diwarnai dengan keritikkan dari berbagai perwakilan desa, salahsatunya memaparkan kendala dan dampak dari kondisi bendungan Jatigede saat ini.

Baca Juga  Bersama Alumni SMPN 1 Sumedang Ini yang Diharapkan Dony

“Saya sangat perihatin dengan kondisi wilayah yang jadi dampak. Karena kita yang digenang, sama air, tapi malah area wilayah desa kami yang kesulitan air. Dan dampaknya pengairannya justeru dirasakan oleh mereka yang dihilir,” kata Giwang.

Selain itu Giwang juga memaparkan sejumlah ide dan gagasan mengenai perencanaan tentang desa parawisata bersama Kepala Desa Karangpakuan. Mereka merencanakan, karena potensi destinasi seperti Raja Ampat yang akan dijadikan area wisata Alam yang diberi nama “WISATA PANGUPUKAN”.

“Kendala yang dirasakan untuk membangun desa wisata di kami adalah branding. Karena ada beberapa lokasi yang sudah dibangun di kawasan menjadi desa wisata melalui Dana Desa, seperti tempat wisata Panenjoan yang semakin kurang pengunjungnya karena peran media sosial yang kurang dan pendokumentasian yang minim serta dukungan maintenance dari pemda setempat,” jelasnya.

Baca Juga  Breaking News, PSBB Sumedang Dilanjut Seluruh Kecamatan

Lanjutnya, Desa Karangpakuan berencana membuat desa wisata buatan di daerah Pangupukan meskipun arahan dari pemda harus menuju Agrowisata. “Mau dibangun agrowisata gimana? Desa kami itu daerah tandus, meskipun depannya waduk tapi sangat sulit air bercocok tanam, jangankan untuk bercocok tanam, untuk mandi saja sulit,” ujar Giwang.

Padahal sebut dia, pihaknya memiliki banyak potensi untuk bisa dijadikan kawasan wisata. Harusnya pemerintah menyuport dan memberikan dukungan terhadap rencana pemerintah desa itu.

“Kita punya potensi untuk bisa memiliki tempat wisata, harusnya pemerintah mendukung Pemdes untuk merealisasikan inovasi yang dikembangkan oleh anak anak milenial,” ujar Giwang yang menjuarai design pawai Reflika pada pawai pembangunan Wisata Pangupukan.

Lanjutnya, peran pemerintah harus bisa mendorong supaya bagimana caranya desa yang berpotensi menjadi tempat wisata dapat dibranding dan dikemas dengan baik. (UJANG TAHYUDIN)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

SUMEDANG

Polres Sumedang Berikan Penyuluhan Hukum kepada Mahasiswa Baru UPI
Jelang pergantian Tahun 2020 ke 2021, Teminal Tipe A Ciakar Sumedang terlihat sepi dari penumpang maupun bus yang akan berangkat ke luar Sumedang.

SUMEDANG

Jelang Pergantian Tahun 2021, Terimal Tipe A Ciakar Sumedang Sepi Pemudik

Pilihan Redaksi

Angka Kemiskinan Lampaui Jabar, Bupati Sumedang Minta Semua Komponen Serius

Nasional

Ini Persyaratan dan Tahapan Seleksi 238 Formasi CPNS

DAERAH

Psikologis Anak Genangan Jatigede, Mulai Enggan Sekolah

PENDIDIKAN

Perpisahan sudah jadi kebiasaan, sekolah jangan mencari keuntungan

Pilihan Redaksi

Ini Alasan Taufiq Gunawansyah Menjatuhkan Pilihan ke Paslon Zaenal-Asep

Pilihan Redaksi

Truk BBM terbalik, supir berhasil diselamatkan