SUMEDANG.ONLINE – Sejumlah peserta tari umbul lebih memilih menggantungkan sandalnya, dan nyeker (tanpa alas kaki) untuk menari. Hal itu lantaran kondisi medan yang tak memungkinkan untuk menari beralaskan sandal, masalahnya tanah yang telah diguyur hujan semalaman dalam kondisi ledok.
Tak hanya itu kualitas sandal yang diterima peserta pun, kurang memungkinkan. “Sandal talinya bisa pegat pami dipaksakeun mah, margi taneuhna oge taneuh beureum …” ujar salahseorang peserta dari Kecamatan Wado sesaat akan melakukan gladi resik.
Sementara itu sejumlah peserta dari Kecamatan Darmaraja pun melakukan hal sama, bahkan mereka terlihat membersihkan sandal yang sebelumnya mereka pakai yang ramiping taneuh beureum. Sandal-sandal itu pun terpaksa digantung.
“Ramiping taneuhna ledok,” ungkap peserta lainnya.
Rerata mereka menyayangkan kesiapan panitia, karena seharusnya sudah memprediksi kondisi cuaca dan lokasi yang memang merupakan tanah merah. ***IWAN RAHMAT***

